Tidak Maksimal, Dua Program RPJMD Kota Semarang Ini Jadi Sorotan

Persoalan banjir dan rob mesti menjadi prioritas di dua tahun terakhir masa pemerintahan Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi.

SEMARANG – Penanganan banjir dan rob menjadi salah satu program RPJMD (Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah) Kota Semarang yang dinilai belum maksimal. Pemkot Semarang diminta harus menggenjot penyelesaian masalah tersebut.

Diskusi dengan tema ‘’Menuntaskan RPJMD Semarang Hebat’’ dengan narasumber Ketua DPRD Kota Semarang, Sekda Kota Semarang dan Akademisi di Lobby Hotel Getz, Kota Semarang, Jumat (4/10/2019). Foto: metrojateng.com/masrukhin abduh

Hal itu disampaikan Ketua DPRD Kota Semarang Kadarlusman dalam diskusi Sekretariat DPRD Kota Semarang dengan tema ‘’Menuntaskan RPJMD Semarang Hebat’’ di Lobby Hotel Getz, Kota Semarang, Jumat (4/10/2019).

Menurut Ketua dewan, persoalan banjir dan rob mesti menjadi prioritas di dua tahun terakhir masa pemerintahan Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi. Seperti penuntasan banjir di wilayah timur dan juga wilayah barat Semarang.

‘’Di timur sudah banyak berkurang. Tapi di wilayah barat yaitu Tugu (Normalisasi Kali Beringin, red) masih belum teratasi. Karena keterbatasan anggaran. Dan kewenangannya menjadi tanggungjawab kementerian terkait,’’ katanya.

Selain pria yang akrab disapa Pilus tersebut, diskusi juga menghadirkan Slamet Santoso, Dosen dari Undip Semarang dan Sekretaris Daerah Kota Semarang Iswar Aminuddin.

Slamet Santoso menambahkan, selain rob dan banjir, program RPJMD Kota Semarang yang belum maksimal ditangani juga soal tingkat pengangguran terbuka. Pemkot Semarang harus membuka lowongan kerja sebanyak-banyaknya dengan menggandeng swasta.

‘’Yang perlu kerja keras dari Pemkot Semarang juga, adalah mengejar target pertumbuhan ekonomi 6,5 persen, meskipun sebenarnya ini memang lebih tinggi dari target Pemerintah Pusat. Pusat saja targetnya hanya 5,6 persen. Dua hal ini yang perlu keras lagi dari Pemkot,’’ tegasnya.

Sementara itu, Iswar Aminuddin menjelaskan selama 3 tahun berjalan Pemerintahan Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi dan Wakil Wali Kota Hevearita G Rahayu, dari 10 program RPJMD hampir semuanya sudah dapat direalisasikan.

Namun diakui ada dua hal yang belum maksimal dilaksanakan. Dua hal tersebut yaitu untuk pengembangan kawasan dan penanganan titik rawan kemacetan.

Iswar mengungkapkan pengembangan kawasan akan terus dilaksanakan dengan pemenuhan aksesibilitas dan sarana prasarana atau sarpras. ‘’Seperti pembangunan Semarang Outer Ring Road (SORR), dan tol Semarang-Kendal dan Semarang-Demak yang sekaligus akan menjadi tanggul laut untuk mengatasi banjir dan rob,’‘ungkapnya.

Selain itu pengembangan kawasan juga akan dilakukan dengan pembangunan simpang susun. Seperti di antaranya pembangunan simpang susun Majapahit, Banyumanik, Madukoro dan Bandara. Serta pengembangan Pelabuhan Tanjung Emas yang saat ini ternyata menjadi pelabuhan dengan bongkar muat termurah di Indonesia.

Sedangkan terkait dengan penanganan masalah kemacetan, Iswar menyebutkan berdasarkan kajian karena bercampurnya asal tujuan kendaraan.

‘’Banyak yang masih lewat tengah kota bagi yang mau ke timur maupun ke selatan. Sehingga pembangunan SORR, nantinya termasuk akan menguraikan titik kemacetan itu. Simpang susun juga begitu, konektivitas transportasi harus terjadi untuk pengembangan dan pembangunan,’’ tandasnya. (duh)

Anda mungkin juga berminat

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.