Tes Seleksi Perangkat Desa Kendal, LPMP Dituding Tidak Profesional

 

KENDAL – Lembaga Penjamin Mutu Pendidikan (LPMP ) Jawa Tengah dinilai tidak becus melaksanakan tes seleksi perangkat desa. Pasalnya banyak kecurangan dan tidak sesuai peraturan bupati. Sesuai peraturan bupati, seharusnya tes dilaksanakan serentak. Namun yang terlaksana pada 17 Desember 2017 di Kendal adalah dalam tiga sesi.

Ketua Paguyuban Kepala Desa se-Kabupaten Kendal, Bambang Utoro menuding LPMP menyalahi peraturan bupati. “Sebagai penyelenggara test LPMP sudah menyalahi peraturan bupati. Peraturan bupati jelas menyebut pelaksanaan tes seleksi perangkat desa berlangsung serentak, tapi ini tidak. Nilai juga tidak langsung keluar. Malah ada yang nilainya sama sekali tidak keluar, padahal sudah selesai mengerjakan soal,” ujar Bambang, Selasa (19/12).

Menurut Bambang hingga Senin (18/12) kemarin banyak sekali laporan yang masuk. “Jumlahnya ratusan. Pada setiap kecamatan ada desa yang mengajukan aduan dan protes,” katanya. Untuk itu pihaknya sedang membahasnya bersama pemerintah daerah. Apakah nanti akan dilakukan tes ulang atau dilakukan langkah lainnya.

Bambang mempertanyakan kualitas LPMP Jateng sebagai penyelenggara tes dengan metode CAT tersebut. Setiap desa, kata Bambang, sudah membayar kepada LPMP sebesar Rp 200 ribu untuk setiap peserta. Dengan jumlah peserta sebanyak 4.000 orang lebih, LPMP minimal sudah menerima Rp 800 juta.

“Seharusnya dengan dana sebesar itu, penyelenggaraan tes bisa dilakukan serentak. Entah tes dilaksanakan di luar kendal yang memang komputer dan jaringan internet yang memadai, ataupun di Kendal sendiri. Sehingga tidak ada peserta yang merasa dirugikan,” lanjutnya.

Salah satu Kepala Desa Purworejo Kecamatan Ringinarum Ali Muhtadi mengonfirmasi adanya peserta yang mengikuti ujian susulan. Padahal seharusnya itu tidak bisa. “Saat tes kemarin peserta ada yang mengikuti tes ulang di sesi berikutnya. Namun ada satu peserta yang tidak ikut tes ulang, akan tetapi justru ikut test ulang. Ini yang menjadi masalah di desa kami,” ujar Ali.

Pihak LPMP Jateng mengonfirmasi tidak akan melakukan tes ulang. “Karena semua sudah sesuai mekanisme. Tes dilaksanakan serentak satu hari dan sehari ada tiga sesi sudah disepakati oleh panitia penjaringan,” ujar Yuli dari pihak LPMP melalui telepon.

Menurut Yuli, pihaknya tidak menemui persoalan. Seluruh persoalan telah selesai pada saat hari tes seleksi. Masing-masing pihak juga telah menandatangani berita acara, dengan disetujui panitia tingkat desa. (MJ-01)

Anda mungkin juga berminat

Tuliskan Balasan

Alamat email Anda tetap rahasia dan tidak kami simpan.

44 − 42 =

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.