Terungkap, Mayat Wanita Di Almari Hotel

Dipicu Rasa Cemburu Korban Dibunuh

 

Ditangkap- Pelaku pembunuhan wanita di hotel berhasil dibekuk petugas.(tya)

 

SEMARANG, METROJATENG.COM – Kasus pembunuhan sadis menimpa seorang wanita yang mayatnya disimpan di almari kamar hotel Royal Phonic Semarang terungkap. Terungkapnya kasus ini mengundang perhatian Kapolda Jateng Irjen Pol Ahmad Lutfi .

“Saya terima kasih kepada Kapolrestabes Semarang dalam waktu singkat sekitar enam jam berhasil mengungkap kasus mayat wanita di almari”, ucap Kapolda pada gelar kasus  Jumat(12/2) di Mapolrestabes Semarang. 

Ucapan sama terkait keberhasilan pengungkapan kasus pembunuhan seorang wanita yang mayatnya disembunyikan di almari,juga disampaikan Walikota Semarang Hendrar Prihadi yang juga hadir pada gelar kasus tersebut.

Memang, kasus pembunuhan merenggut nyawa wanita Meliyanti(24) dikamar 102 hotel Royal Phoenix ,jalan Sriwijaya Semarang menjadi pergunjingan masyarakat. Apalagi, mayat yang mengalami luka cekik dan bagian kepala akibat benturan hebat oleh pelaku disembunyikan di almari bersama tas dan pakaian.

Kapolda yang didampingi Kapoltestabes Kombes Pol Irwan Anwar  menyebutkan  terungkapnya kasus mayat di almari diketahui pada Kamis (11/2) siang sekitar pukul 11.00 bermula dari laporan pihak hotel.

Dari laporan itu Kasat Reskrim Polrestabes Semarang AKBP Indra Mardiana segera melakukan pengusutan. Dari keterangan beberapa orang saksi, tim Resmob dipimpin Iptu Reza Arif Hadafi meyakini pelaku pembunuhan sadis itu melibatkan orang dekat yang selama sepekan menginap bersama korban di kamar 102 hotal Royal Phoenix. Dan, kebetulan saat itu seorang lelaki  bersangkutan bernama Okta (27) tidak ada di tempat. 

Pihak hotel menyebutkan Okta   pergi pada pagi sebelumnya, yakniRabu(10/2) ). Okta sempat memberitahu pihak hotel pulang ke daerah asal Wonosobo karena ada keluarga yang sakit .

Adanya informasi itu tidak disia siakan. Tim Resmob memburu lelaki yang dicurigai hingga kurang enam jam sejak mayat korban ditemukan di almari dalam posisi ditekuk membentuk huruf V berhasil membekuk Okta. Okta  yang akhirnya mengakui perbuatanya terus digelandang ke Mapolrestabes Semarang.

Menurut Kapolda sesuai keterangan tersangka latar belakang pembunuhan karena  tersangka jengkel sering diumpat oleh korban. Korban jengkel selain karena tersangka tidak mempunyai pekerjaan tetap, juga dianggap  serong dengan wanita lain.

“Tersangka kenal Meliyanti semasa korban menjadi pemandu karaoke di Cilacap dan selanjutnya,mereka dikabarkan kawin siri. Mereka menginap hotel di Semarang terlibat cekcok karena soal  cemburu dan materi hingga tersangka yang emosi mencekik dan membenturkan bagian kepala korban hingga tewas”, jelas Kapolda.

Kemudian,tersangka sebelum pergi menyembunyikan mayat kekasihnya di dalam alamari kamar hotel.Tersangka Okta mengakui terus terang perbuatannya. Ia menjelaskan selama hidup bersama ,Meliyanti, seperti suami istri. Katanya, ia telah nikah siri.

Walau,hidup bagai suami istri, namun  korban mencari uang dengan cara menjual diri. Dan, Okta lewat medsos yang mencari mangsa lelaki hidung belang . Jasa  pelayanan  Rp 350- Rp 400  ribu. Dan, pembagian dari  uang sejumlah itu tersangka Rp 100  ribu, korban Rp 150 ribu dan bayar penginapan Rp 150 ribu/ hari. ” Ya saya setiap ada tamu biasa mendapat pembagian Rp 150 ribu”,aku Okta. (tya)

Anda mungkin juga berminat

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.