Terungkap, Jaringan Narkoba Jepara Dikendalikan Napi LP Kedungpane

Ini ke sekian kalinya, terungkap jaringan peredaran narkoba dikendalikan oleh narapidana (napi) di Lapas Kedungpane Semarang.

Kepala BNNP Jateng Brigjen Muhammad Nur didampingi Kabid Brantas AKBP Suprinarto dan Kalapas Kedungpane Dadi Mulyadi menunjukkan barang bukti dan tersangka. (Ahmad Khoirul Asyhar/metrojateng.com)

SEMARANG – Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jateng berhasil mengungkap kasus peredaran narkotika jenis sabu dan ekstasi yang dilakukan oleh jaringan Jepara. Jaringan tersebut dikendalikan seorang narapidana Lapas Kedungpane Semarang. Barang bukti yang disita petugas antara lain beberapa paket sabu dengan berat total kurang lebih 250 gram dan ekstasi dengan jumlah 342 butir.

Ada tiga orang yang ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus tersebut. Ketiganya terdiri atas dua warga Ngabul, Kecamatan Tahunan, Kabupaten Jepara, yakni Jati Wibowo alias Klowor (33), dan Mohammad Subiantoro alias Ngacir (33), serta seorang narapidana Lapas Kedungpane Semarang bernama Muzaidin (42).

“Ini jaringan Jepara yang berkaitan dengan jaringan Jakarta. Rencana barang ini akan diedarkan di daerah Jepara dan Jawa Tengah,” kata Kepala BNNP Jateng, Brigjen Muhammad Nur, saat memberikan keterangan di kantor BNNP Jateng, Jalan Madukoro Blok BB, Semarang, Senin (18/2/2019).

Nur menjelaskan, penindakan tersebut dilakukan pada Rabu (13/2/2019). Pertama petugas menangkap tersangka Jati Wibowo alias Klowor di Jalan Langon, Kecamatan Tahunan, Kabupaten Jepara, sekitar pukul 13.30. Saat digeledah ditemukan barang bukti tiga paket sabu dan sembilan butir ekstasi.

“Dari keterangan tersangka Klowor masih ada barang bukti lain yang disimpan di rumah Ngacir (Mohammad Subiantoro). Anggota langsung menggeledah rumah tersebut dan ditemukan barang bukti sabu dan ekstasi yang sudah dikemas dalam paket kecil. Total barang bukti yang disita kurang lebih 250 gram sabu dan 342 butir ekstasi,” katanya.

Kedua tersangka kemudian dibawa ke kantor BNNP Jateng untuk pemeriksaan lebih lanjut. Hasil pengembangan dua tersangka tersebut muncul nama Muzaidin, seorang narapidana di Lapas Kedungpane Semarang. Muzaidin adalah orang yang mengendalikan Klowor dan Ngacir dalam mengedarkan narkotika jenis sabu dan ekstasi tersebut.

“Kami langsung berkoordinasi dengan Kanwil Kemenkumham Jateng dan Lapas Kedungpane untuk mengamankan tersangka Muzaidin. Ada dua unit handphone yang kami sita dari tersangka Muzaidin,” ungkapnya didampingi Kabid Brantas BNNP Jateng AKBP Suprinarto dan Kalapas Kedungpane Dadi Mulyadi.

Dadi Mulyadi menambahkan Lapas Kedungpane Semarang selalu bersinergi dengan BNNP Jateng. Apabila ada pelanggaran dan pengendalian yang dilakukan oleh narapidana atau warga binaan agar segera diinformasikan untuk kemudian ditindaklanjuti.

“Seperti kemarin ada informasi kalau ada indikasi seorang warga binaan terlibat perkara. Langsung ditindaklanjuti dan diamankan yang bersangkutan. Setelah itu kami serahkan ke Kabid Brantas. Untuk Muzaidin ini masih menjalani masa hukuman selama tujuh tahun di Lapas Kedungpane,” tambahnya.

Ketiga tersangka saat ini masih mendekam di rumah tahanan BNNP Jateng. Ketiganya dijerat dengan Pasal 114 ayat (2) Jo Pasal 132 ayat (1) subsider Pasal 112 ayat (2) Jo Pasal 132 ayat (1) UU RI nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika. Ancaman hukumannya minimal lima tahun penjara dan maksimal pidana mati. (aka)

Ucapan Lebaran 1440
Anda mungkin juga berminat

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.