Terungkap Aliran Dana Kampanye Pilgub Jateng dalam Sidang Tasdi

Saya menyerahkan uangnya di rumah makan Joglo. Keperluannya dalam kegiatan sosialisasi dengan partai beliau.

SEMARANG- Sidang lanjutan kasus suap dan gratifikasi proyek Islamic Center yang menjerat Bupati Nonaktif Purbalingga, Tasdi, kembali digelar di Pengadilan Tipikor Semarang, Rabu (28/11/2018).

Mantan Kabag ULP Purbalingga, Hadi Iswanto, saat bersaksi dalam sidang suap dan gratifikasi proyek Islamic Center, di PN Tipikor Semarang, Rabu (28/11/2018). Foto: metrojateng.com/Fariz Fardianto

Dalam sidang kali ini, majelis hakim memanggil lima orang sebagai saksi. Namun, hanya tiga orang yang hadir. Yakni Muhammad Najib, kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan Purbalingga, mantan Kabag ULP Purbalingga, Hadi Iswanto dan seorang peternak ayam.

Pemeriksaan saksi pertama menghadirkan Najib, di hadapan majelis hakim, mengaku menyetorkan sejumlah uang untuk diberikan kepada Tasdi sebagai dana kampanye pada Pilgub Jateng 2018. Menurutnya dana yang ia berikan sekitar Rp 2,5 juta. “Penyerahan dana itu untuk keperluan Pemilihan Gubernur tahun 2018, Pak,” kata Najib.

Ia menjelaskan ada aliran dana lagi yang diberikan kepada Tasdi sejumlah Rp 50 juta yang diberikannya saat Tasdi di sebuah rumah makan. “Saya menyerahkan uangnya di rumah makan Joglo. Keperluannya dalam kegiatan sosialisasi dengan partai beliau,” ujar Najib.

Dalam sidang juga terungkap lobi dalam memuluskan proyek gedung Islamic Center yang melibatkan Hadi Iswanto sebagai terdakwa yang juga terjerat kasus Tasdi ini.

Dalam proyek ini, Hadi mengaku ditekan bupati saat menangani proyek pembangunan gedung Islamic Center. Pada Februari 2017, ia diperintah oleh Kepala Dinas PUPR untuk mendampingi makan siang di RM Garuda.

“Saya ke sana dengan Pak Bupati. Di situ, saya ternyata sudah ada beberapa orang penting. Suasana rumah makan cukup ramai. Kemudian seingat saya Bupati bilang, Pak Nababan dibantu. Awas kalau tidak,” katanya menirukan perintah Tasdi saat itu.

Ia mengatakan kata itu, di sela pertemuan dengan para pejabat itu, dirinya sempat menunaikan salat. Tapi ia kembali mendapat tekanan untuk memuluskan proyek Islamic Center.

“Pak Bupati tanya ke saya siapa yang menang lelang. Saya jawab sepertinya PT Sumber Daya. Kemudian beliau mengajak saya ke Jakarta. Pas perjalanan di stasiun, beliau sempat membahas soal dana untuk Pileg,” kata Hadi.

Saat sampai di Hotel Borobudur Jakarta, Hadi mengaku ikut pertemuan untuk membahas proyek serupa. Ia menyebut ada Utut Adianto, wakil Ketua DPR RI hadir di hotel itu.

“Pembahasan masih berkaitan dengan Islamic Center dan pemberian dana-dana lainnya untuk keperluan Pemilu,” katanya. (far)

Anda mungkin juga berminat

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.