Tersangka Pembunuhan Ini Ketakutan Dihantui Korbannya

Tersangka pelaku pembunuhan pemandu lagu yang mayatnya dicor di bak mandi, Didik Ponco, menjalani pemeriksaan di Mapolres Kendal. (Foto: metrojateng.com/edi prayitno)

 

KENDAL – Tersangka pembunuhan seorang pemandu lagu yang mayatnya dicor dibak mandi, Didik Ponco, mengaku ketakutan. Sebab ia selalu dibayangi korbannya, Fitria Anggraeni. Bahkan saat didalam sel tahanan Mapolres Kendal, Didik ketakutan. Sosok Fitria seolah selalu datang dan hendak mencekiknya.

Berdasarkan pemeriksaan polisi, Didik mengaku membunuh Fitria lantaran sakit hati. Hal itu karena Fitria berkata kasar. Sebelum membunuh, Fitria diajak kencan di rumah Didik dan kemudian dihabisi.

Diakui Didik, dirinya sudah menjalin hubungan dengan korbannya sejak empat bulan lalu. Mereka kerap berhubungan badan, termasuk pada sesaat sebelum Fitria dibunuh Didik pada Jumat pekan lalu.

Usai berhubungan badan di dalam rumah, menurut Didik, Fitria berkata kasar kepadanya. Didik sakit hati dan emosi. Fitria didorong hingga terjatuh dan ditindihi pelaku sampai tidak berkutik. Fitria yang mencoba melawan membuat Didik makin beringas. Didik mengambil selendang lalu menjerat leher Fitria hingga meninggal dunia.

“Saya marah karena dia berkata kasar. Karena emosi saya dorong dia. Waktu itu masih di kamar tidur usai berhubungan. Karena dia terus melawan, saya ambil selendang untuk menjerat leher korban hingga meninggal,” katanya kepada penyidik Rabu (28/2) siang.

Grafis: Brilian Fikri

Setelah Fitria meninggal, Didik kebingungan. Hingga akhirnya ia mengubur korban di bak mandi, kemudian dicor hingga dua lapis. “Melihatnya tidak bergerak, saya bingung mau dibawa kemana. Akhirnya saya angkat dan masukan ke bak mandi. Kemudian saya timbun pasir dan cor. Dua kali saya cor  bak mandinya karena sempat bau dan istri tanya, akhirnya saya cor lagi yang kedua,” imbuh Didik Ponco.

Kasat Reskrim Polres Kendal AKP Aris Munandar mengatakan, motif tersangka menghabisi korban karena sakit hati. “Tersangka bakal dijerat dengan pasal berlapis yakni pasal 365 KUHP tentang pencurian pemberatan dan pasal 338 dan 340 tentang pembunuhan dengan ancaman penjara seumur hidup,” jelas Aris.

Kasus pembunuhan ini terungkap pada saat Polres Kendal mendalami kasus pembegalan yang diduga dilakukan Didik. Polisi mendatangi rumah Didik, dan sempat menembak kaki Didik lantaran melawan saat diminta menunjukkan barang bukti pembegalan.

Polisi menggeledah rumah didik, lalu mencurigai bak mandi Didik. Bak mandi lantas dibongkar, ditemukanlah jasad Fitria di sana. (MJ-01)

Anda mungkin juga berminat

Tuliskan Balasan

Alamat email Anda tetap rahasia dan tidak kami simpan.

− 2 = 7

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.