Tersandung Suap, Bupati Purbalingga Nonaktif Dituntut 8 Tahun Penjara 

Hak politik Tasdi juga terancam bakal dicabut selama lima tahun setelah menjalani hukuman penjara.

Foto: Terdakwa, Tasdi saat mendengarkan tuntutan yang dibaca jaksa KPK di Pengadilan Tipikor Semarang. (Fariz Fardianto/metrojateng.com)

SEMARANG – Jaksa Penuntut Umum dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Kresno Anto Wibowo, menuntut terdakwa, Bupati Purbalingga nonaktif, Tasdi, dengan hukuman penjara selama delapan tahun atas keterlibatannya dalam kasus suap dan gratifikasi proyek Islamic Center Purbalingga yang merugikan negara Rp 22 miliar.

Tuntutan itu muncul dalam sidang lanjutan kasus suap dan gratifikasi yang melibatkan Tasdi di Pengadilan Tipikor Semarang, Jalan Suratmo, Kota Semarang, Rabu (6/1/2019).

Kresno menyebut Tasdi bersalah lantaran telah melanggar Pasal 12 huruf a UU Nomor 20 Tahun 2001 Tentang Tindak Pidana Korupsi junco Pasal 55 ayat (1) juncto Pasal 64 ayat (1) KUHP.

“Menuntut dan menjatuhkan pidana kepada terdakwa selama delapan tahun penjara,” ujar Kresno dalam persidangan.

Tasdi juga dijerat pasal berlapis. Menurutnya, Tasdi melanggar Pasal 12 huruf b UU Nomor 20 Tahun 2001 Tentang Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1), juncto Pasal 65 ayat (1) KUHP.

Pihaknya mengancam bakal mencabut hak politik Tasdi selama lima tahun setelah menjalani hukuman penjara. Ditambah lagi, Kresno menuntut Tasdi membayar denda Rp 300 juta.

Lebih jauh lagi, ia mengungkapkan, jika denda tak terbayarkan, maka bakal diganti dengan pidana selama enam bulan penjara.

Usai mendengar tuntutan itu, Ketua Majelis Hakim Tipikor, Antonius Widjantono memberi kesempatan kepada terdakwa untuk melakukan pembelaan. Sidang akan digelar kembali pekan depan dengan agenda pledoi.

Terdakwa menyatakan akan melakukan pembelaan secara pribadi. Pernyataan serupa juga disampaikan oleh penasehat hukum terdakwa.

“Kami akan mengajukan pembelaan secara pribadi yang mulia,” aku Tasdi. (far)

Anda mungkin juga berminat

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.