Terpilih Aklamasi, Arnaz Ketua Umum KONI Kota Semarang 2019-2023

Selanjutnya, Arnaz menunjuk Tim Formatur yang terdiri dari Tomy Sunyoto (Pengurus KONI) dan Ngatirin (Cabor Bola Tangan) untuk menyusun kepengurusan KONI Kota Semarang periode 2019-2023.

SEMARANG – Musyawarah Olahraga Kota (Musorkot) KONI Kota Semarang menetapkan Arnaz Agung Andrarasmara sebagai ketua umum baru. Dia terpilih secara aklamasi menggantikan Ikhwan Ubaidillah yang telah memimpin induk organisasi olahraga tersebut selama dua periode.

Arnaz Agung Andrarasmara (kiri) melanjutkan tongkat estafet kepemimpinan KONI Kota Semarang dari Ikhwan Ubaidillah. Foto: metrojateng.com/tri wuryono

Musorkot yang berlangsung di Gedung Moch Ikhsan Balai Kota Semarang, Sabtu (27/4/2019), hanya memunculkan Arnaz Agung Andrarasmara sebagai calon tunggal. Pria yang juga menjabat sebagai Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kota Semarang itu sudah dinyatakan lolos dalam proses penjaringan.

“Terima kasih atas kepercayaan yang sudah diamanahkan kepada saya. Tentunya tidak mudah untuk meneruskan kesuksesan KONI Kota Semarang di bawah kepemimpinan Mas Ikhwan. Ke depan kita harus bergerak bersama agar atlet-atlet Kota Semarang bisa meraih prestasi dunia,” kata Arnaz dalam sambutannya.

Sebelumnya, Ikhwan Ubaidillah yang memimpin KONI Kota Semarang selama dua periode (2011-2015 dan 2015-2019) sukses membawa Kota Lunpia menjadi juara umum dalam gelaran Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jateng 2013 dan 2018.

Selanjutnya, Arnaz menunjuk Tim Formatur yang terdiri dari Tomy Sunyoto (Pengurus KONI) dan Ngatirin (Cabor Bola Tangan) untuk menyusun kepengurusan KONI Kota Semarang periode 2019-2023.

“Ini PR saya yang pertama untuk menyiapkan kepengurusan bersama Tim Formatur. Percayalah, semuanya profesional dan tidak berdasarkan like and dislike. Kita bersama-sama akan menjadikan Semarang sebagai kota atlet,” Ketua Persani Kota Semarang itu menegaskan.

Sementara, Wali Kota Hendrar Prihadi yang hadir untuk membuka Musorkot, meminta agar KONI mampu melakukan pembinaan secara profesional sehingga melahirkan atlet-atlet yang berprestasi di level nasional atau dunia. “Pengurus cabor harus lakukan lompatan besar, sehingga minimal atlet Kota Semarang bisa juara PON,” katanya.

Hendi, sapaan wali kota, berpesan agar pengurus KONI Kota Semarang nantinya harus bebas dari unsur politik. “Kalau mau maju harus pisahkan politik dan olahraga. Pemerintah siap membantu infrastruktur dan anggaran untuk kemajuan olahraga Kota Semarang,” tandas Hendi. (twy)

 

Anda mungkin juga berminat

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.