Teror Mengganas, Tiga Motor Dibakar Sekaligus

Ini kejadian pembakaran kendaraan yang ke sekian kali terjadi di Kota Semarang. Beruntung, api bisa dipadamkan sebelum melahap habis tiga motor tersebut.

SEMARANG – Teror pembakaran kendaraan di Kota Semarang terus berlanjut. Kali ini, tiga unit sepeda motor di Jalan Menoreh Timur II, RT 3 RW 4, Sampangan, Gajahmungkur, Semarang, dibakar oleh pelaku tak dikenal.

Insiden teror tersebut terjadi pada Sabtu (2/2/2019), kurang lebih pukul 04.15. Diketahui pertama kali oleh Diyono (60), pemilik rumah. Semula, tiga motor tersebut diparkir di depan rumah miliknya. 

Pagi buta itu, Diyono bermaksud hendak menuju ke kamar mandi. Namun ia curiga mendengar suara motor yang berisik di depan rumahnya. Ia lantas bergegas mengecek.

Diyono tambah kaget karena justru mendapati kobaran api yang melahap tiga motor di depan rumahnya.

“Bapak saya keluar rumah. Untung lampu di teras ada sensornya, jadi otomatis mati ketika ada cahaya. Mungkin bapak curiga karena lampunya mati, kemudian keluar rumah. Ketika bapak keluar sudah melihat api membakar tiga motor,” kata Adi Yantoro (28), putra Diyono.

Sontak kejadian itu menggegerkan warga. Adi, bersama ayahnya, Diyono serta sejumlah warga lain langsung berusaha memadamkan api tersebut. “Kami berusaha memadamkan api dengan mengambil air pakai ember dan selang. Api berhasil dipadamkan kurang lebih 25 menit kemudian,” bebernya.

Ketiga sepeda motor itu yakni Honda Beat berpelat nomor H 5239 DJ, Honda Supra H 6816 BBG, serta Honda Vario H 4444 ATG. Ketiganya diparkir berdampingan di teras rumah berpagar. Dua di antaranya yakni Supra dan Beat saat itu tertutup dengan jas hujan. Api itu membakar sebagian dari tiga kendaraan tersebut.

“Ada kain, kayaknya dilempar di jas hujan yang menutupi dua sepeda motor ini. Memang biasanya motor ini diparkir di sini,” kata Adi.

Ia juga mengatakan lingkungan rumahnya memang terhitung ramai. Aktivitas di kampung tersebut biasa dimulai sejak jam 3.00. Pasalnya tidak jauh dari rumahnya ada pengusaha katering yang biasa memulai kegiatannya dini hari.

“Ya tadi kan bapak ngiranya biasa karena memang juga sebelah sering dibuat parkir anak ngekos juga, tapi untungnya melihat lampu teras kok mati dan setelah keluar ternyata sepeda motornya terbakar. Sekarang bapak masih dimintai keterangan sama polisi,” tukas Adi.

Pihak kepolisian yang mengetahui kemadian itu langsung datang ke lokasi dan melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP). Warga di sekitar lokasi sempat berkerumun di depan rumah Diyono. (fen)

Anda mungkin juga berminat

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.