Ternyata ini Motif Pembacokan Ketua NU Truko

Pembacok Ketua NU Truko diduga stres. (foto: metrojateng.com/Edi Prayitno)

KENDAL – Polres Kendal mengungkap motif pembacokan terhadap dua warga Truko, Kangkung, Kendal. Kapolres Kendal AKBP Adiwijaya mengatakan, perbuatan yang dilakukan oleh Suyatno adalah kriminal murni.

Baca Juga: Pembacokan Truko Murni Kriminal

Awalnya, pelaku bertujuan ingin menjambret tas yang dibawa oleh Ulfah. Saat itu Ulfah akan bepergian bersama suami, Agus Nurus Sakban. Menurut keterangan tersangka Suyatno alias Bogel warga Desa Johorejo Gemuh, untuk memudahkan aksinya ia terlebih dahulu melukai Agus. Mengetahui ada keributan, mertua Agus, Haji Achmad Zaenuri keluar rumah.

“Namun saudara Zaenuri, juga langsung dibacok oleh pelaku,”  kata Adiwijaya. Setelah membacok korban kedua, pelaku langsung ditangkap oleh warga. Pelaku juga sempat dihakimi, karena melawan. Lalu warga menghubungi polisi agar pelaku segera ditangkap polisi.

“Pada saat dimintai keterangan, tersangka dapat  menjawab pertanyaan penyidik  dengan lancar,” ujarnya. Tersangka Suyatno, mengaku bekerja sebagai pengamen. Saat itu ia tidak memiliki uang dan bermaksud untuk meminta uang kepada korban.

“Tiga hari ini ngga punya uang, saya bingung dan stress. Pas lewat rumah dia (korban),  saya mau minta uang tapi takut tidak dikasih. Ya terus saya tusuk pakai parang biar ngasih,” akunya.

Baca Juga: Pembacok Ketua NU Diduga Stress

Adiwijaya, menjelaskan akibat perbuatanya itu, pelaku diancam pasal 365 KUHP tentang pencurian dengan kekerasan. Hukuman maksimal dalam pasal itu adalah sembilan tahun penjara. “Sekali lagi, ini kriminal murni,” ungkapnya.

Baca Juga: FKUB Sebut Gangguan Pilkada

Sementara itu, kondisi pelaku mulai sadar dan membaik setelah menjalani perawatan. Kasus pembacokan ini terjadi saat korban Agus Nurus Sakban bersama istrinya hendak keluar rumah menggunakan mobil.

Baca Juga: Ketua NU Truko Dibacok Usai Salat Asar

Baru keluar dari garasi, korban dihampiri pelaku dan langsung mengayunkan senjata tajam hingga terluka. Ahmad Zaenuri yang saat itu berada di dalam rumah mendengar teriakan istri korban.  Zaenuri keluar dari rumah dan mencoba ingin menolong anaknya, namun nahas pelaku justru menghampiri Zaenuri dan melukainya dengan parang. Pelaku kemudian dihajar warga hingga babak belur dan tidak sadarkan diri. (MJ-01)
Anda mungkin juga berminat

Tuliskan Balasan

Alamat email Anda tetap rahasia dan tidak kami simpan.

6 + 4 =

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.