Terjadi 125 Kejadian Longsor di Jateng, Dua Warga Tewas

Cuaca ekstrem yang saat ini terjadi diperkirakan masih berpotensi terjadi tanah longsor di sejumlah daerah Jawa Tengah.

 

SEMARANG – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Tengah mendapati rentetan bencana tanah longsor melanda Jawa Tengah selama Januari-Februari.

Tanah merekah di Dusun Guyon, Desa Tengklik, Kecamatan Tawangmangu mengancam rumah-rumah warga. Foto: Metro Jateng/byo

 

Menurut Kepala BPBD Jawa Tengah, Sudaryanto, telah terjadi 125 kejadian tanah longsor yang melanda 24 kabupaten.

“Di antaranya di Kabupaten Cilacap, Banyumas, Purbalingga, Banjarnegara, Kebumen, Purworejo, Karanganyar, Klaten, Kabupaten Magelang, Wonosobo, Temanggung, dan Kabupaten Semarang,” tuturnya saat dihubungi¬†metrojateng.com, Senin (11/2/2019).

Selain itu, kata dia, longsor juga menerjang Kabupaten Sragen, Pati, Kudus, Jepara, Kendal, Batang, Kabupaten Pekalongan, Kabupaten Tegal, Brebes, Kota Semarang dan Kota Tegal.

Di dua puluh empat daerah tersebut, terdapat korban jiwa akibat tertimbun tanah longsor berjumlah 17 orang. Dari jumlah itu, dua orang di antaranya tewas, yakni di Wonosobo dan Kota Semarang.

“Delapan orang mengalami luka ringan, yakni di Kebumen ada lima orang, dua orang di Jepara dan seorang berada di Kabupaten Semarang. Ada juga luka berat akibat bencana longsor di Kota Semarang,” ujarnya.

Di luar itu, lanjutnya, terdapat beberapa daerah dalam kategori aman dari longsor antara lain Kota Solo, Salatiga, Kota Magelang, Kota Pekalongan, Blora, Rembang, Grobogan, Pemalang, Demak, Boyolali dan Sukoharjo.

“Meski begitu, kami mengingatkan kepada masyarakat Jawa Tengah supaya ekstra waspada lantaran hujan dengan intensitas lebat berpotensi besar menimbulkan rongga tanah terisi air hujan dan menyebabkan tanah longsor terutama di lereng pegunungan,” kata Sudaryanto. (far)

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.