Terindikasi Curang, Pemungutan Suara Ulang Bakal Digelar di 10 Daerah

Bawaslu juga mendapati kasus politik uang terjadi di 15 daerah.

SEMARANG – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Jawa Tengah bakal merekomendasikan Pemungutan Suara Ulang (PSU) di 10 kabupaten/kota. Hal itu terjadi lantaran adanya temuan kecurangan dalam penyelenggaraan Pemilu di wilayah tersebut.

 

 

“Kami sedang inventarisasi PSU (Pemungutan Suara Ulang) di 10 kabupaten dan kota. Sebab, kami temukan indikasi terdapat temuan pemilih yang tidak berhak menggunakan hak pilihnya, itu kejadiannya muncul di Brebes, Boyolali dan Kota Semarang,” ungkap Koordinator Divisi Pencegahan dan Penindakan Bawaslu Jateng, Sri Wahyu Ananingsih, Kamis (18/4/2019).

Meski begitu, ia belum bisa membeberkan secara gamblang kesepuluh daerah yang akan menggelar PSU. Hanya saja, Kota Semarang, juga berpotensi menggelar PSU di tiga titik TPS. “Yakni satu TPS Gajahmungkur, Genuk serta Tembalang. Kami secara keseluruhan belum bisa membocorkan daerahnya mana saja yang mau PSU. Masih diinventarisasi,” katanya.

Dalam rentang waktu masa tenang hingga masa coblosan, pihaknya juga mendapati sebaran politik uang yang marak terjadi di 15 daerah.

Ana merinci politik uang disebar di Banjarnegara ada satu kasus, Kudus satu kasus, Banyumas tujuh kasus, Boyolali dua kasus, Brebes dua kasus, Cilacap satu kasus, Demak satu kasus, Kebumen satu kasus, Kabupaten Pekalongan satu kasus, Purworejo satu kasus, Salatiga empat kasus, Kota Tegal satu kasus, Wonogiri dua kasus dan Batang dua kasus.

Totalnya ada 27 kasus politik uang selama Pemilu 2019 digelar di Jateng. Pihaknya sudah melakukan klarifikasi. “Dan kami punya waktu memproses kasusnya selama 14 hari,” bebernya.

Sentra Gakumdu akan melakukan proses kajian apakah dugaan pelanggaran politik uang itu memenuhi unsur pelanggaran pidana pemilu atau tidak. (far)

 

Anda mungkin juga berminat

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.