Dapat Berita Hoax? Baca Ini Dulu Sebelum Share

ilustrasi hoax
?

MAGELANG – Banyaknya berita Hoax atau yang belum diketahui kebenarannya yang menjadi viral di media sosial (medsos) mengundang keprihatian tersendiri bagi praktisi komunikasi dan kehumasan dari Universitas Kristen Satya wacana (UKSW), Eko Suseno Maruti. Menurutnya, berita hoax merupakan berita yang di ‘goreng’ oleh orang yang punya kepentingan politik, sosial dan ekonomi.

    “Sebagai pengamat komunikasi publik, kita harus tahu apa kepentingan orang yang menyebar berita hoax tersebut. Kalau terkait dengan kepentingan sosial politik sudah kelihatan,” katanya di sela-sela pertemuan Badan Koordinasi Humas (Bakohumas) di Ruang Sidang Lantai 1 Setda Kota Magelang, Selasa (21/2). Pertemuan dengan materi kehumasan dan jurnalistik diikuti peserta dari berbagai instansi di wilayah Kota Magelang.

    Karenanya, kata Eko, dia menyarankan agar ketika kita menerima berita hoax, maka harus di stop dulu berita itu.”Jangan sampai kita ikut memviralkan.Kalau sudah di stop, maka tugas kita untuk mencari keyakinan kebenarannya. Apabila berita itu salah,maka cukup sudah sampai di tempat kita saja,” ucapnya.

    Menurutnya, sudah menjadi kewajiban yang berwenang untuk bisa mengcounter berita hoax dengan berbasis data dan kebenaran.

    “Teman-teman di humas harus bisa segera mengcounter ketika ada berita hoax, dengan menyandingkan sebuah kebenaran. Cari sisi yang tidak benar kemudian di counter dengan yang benar, sehingga masyarakat akan teredukasi. Sehingga tidak serta merta masyarakat melihat dan membiarkan seperti bola salju yang semakin lama semakin besar,” tandas dosen fakultas Ekonomika dan Bisnis ini.

    Eko juga menghimbau kepada masayrakat awam untuk jangan terlalu cepat memviralkan.”Jaman sekarang ini sebnarnya mudah mencari kebenaran.Searching ke google atau bertanya kepada orang yang berkompeten sehingga ada kebenaran   dari hal yang akan kita viralkan. Kita harus ikut bertanggung jawab,”ujarnya.

    Menurutnya, berita hoax muncul ketika kemajuan teknologi sangat cepat. Orang dengan mudah menggoreng informasi.”Kondisi saat ini sudah semakin parah, apalagi kita sebagai bangsa yang lagi senang-senangnya bermain dengan teknologi informasi. Seperti anak kecil yang menggunakan segala fitur-fitur dan di coba-coba,” imbuhnya.

    Yang cukup memprihatinkan, kata Eko, berita hoax saat ini banyak yang ke arah SARA. Muatan ekonomi tidak begitu banyak, namun jangan lupa bahwa di balik itu semua ada kepentingan politik, sosial dan ekonomi.

    Hal itu berdampak buruk bagi masyarakat, karena menjadi sensitif terhadap isu-isu. dengan kehadiran sensitifitas yang tinggi, maka sering digunakan sebagai “media” yang punya kepentingan.

    Disisi lain ada dampai positif, akrena kita menjadi semakin jeli dalam melihat berita. sebab tidak semua berita itu mengandung kebenaran.

    Kabag Humas Pemkot Magelang, Catur Sawahyo mengatakan, pertemuan Bakohumas ini bertujuan untuk menyinergikan antar-OPD, terutama pegawai yang memegang fungsi kehumasan. Lalu diharapkan mereka juga bisa menulis berita dan menguasai fotografi jurnalistik.

    Dikatakan, masing-masing OPD terdapat pegawai yang memiliki fungsi kehumasan. Tugasnya menghimpun informasi dari masyarakat dan menyampaikannya ke Humas Pemkot Magelang untuk diteruskan ke pihak berwenang.

    Ada tiga pemateri yang engisi pertemuan ini, yakni Dosen Ekonomika dan Bisnis sekaligus praktisi Kominukasi Publik dri UKSW  Eko Suseno Maruti, wartawan media online, Ika Fitriana, dan Pewarta Foto, Anis Efizudin. Setelah pertemuan diharap peserta mampu menjadi corongnya pemerintah di bidang kehumasan. (MJ-24)

Anda mungkin juga berminat

Tuliskan Balasan

Alamat email Anda tetap rahasia dan tidak kami simpan.

− 1 = 1

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.