Tergiur Gaji Besar, Para Perempuan Desa Terjerat Kasus TKI Ilegal

Mereka tergiur bujuk rayu para penyalur gadungan yang beraksi hingga ke pelosok desa.

SEMARANG – Balai Pengawasan Penempatan dan Perlindungan TKI (BP3TKI) Jawa Tengah menemukan 300 sampai 350 TKI asal wilayahnya yang berangkat ke luar negeri tanpa dilengkapi izin resmi. Kepala BP3TKI Jawa Tengah, Abe Rahman mengatakan temuan itu hampir selalu ia peroleh rata-rata setiap tahun.

 

Foto: Kepala BP3TKI Jawa Tengah, Abe Rahman saat mengungkapkan temuannya di Hotel Azana.

 

“Kasus yang masuk ke intansi saya itu ada 300-350 kasus yang melibatkan TKI setiap tahun. Dan rata-rata kebanyakan kasusnya terkait unprosedural. Makanya bisa jadi kalau ini tidak ditanggulangi dengan serius, maka angka unproseduralnya sangat tinggi,” kata Abe, di sela kegiatan desiminasi, di Hotel Azana, Jalan Jenderal Sudirman, Kalibanteng, Semarang Barat, Selasa (23/4//2019).

Abe mengatakan kebanyakan TKI berangkat secara ilegal lantaran teperdaya bujuk rayu para penyalur gadungan yang beraksi hingga ke pelosok desa. Menurutnya para penyalur ini kerap mengiming-imingi para perempuan desa dengan gaji besar bila bersedia dipekerjakan ke luar negeri.

Lebih jauh lagi, ia menuturkan kasus penipuan yang menjerat para TKI mengakibatkan nasib mereka menjadi tidak jelas. Abe memberi contoh karena tergiur gaji yang besar, ada TKI yang akhirnya terlunta-lunta setibanya di Jepang.

“Peluang mereka yang tidak terlindungi dengan baik jadi terbuka lebar. Faktanya, ketika si-TKI itu sakit tidak ada satupun yang mengurusnya sampai dia ditemukan meninggal. Seperti kasus yang muncul di Cilacap, ada TKI yang sakit kanker sampai meninggal dunia. Oleh sebab itulah, upaya kerjasama antara kami dengan jajaran Bareskrim dan Imigrasi sangat penting. Apalagi proses penerbitan paspor jadi ujung tombak untuk menekan angka TKI ilegal,” urainya.

Kasus TKI ilegal, katanya saat ini marak ditemukan di China, Jepang, Korea dan Selandia Baru. Di Jawa Tengah sendiri, kantong-kantong TKI paling banyak berada di Kabupaten Cilacap, Kendal, Brebes, Pati, Purwodadi, Demak, Sragen dan Wonosobo.

“Kalau kita data keseluruhan ada 15 kantong TKI. Setiap tahun, kita memberangkatkan 15 ribu TKI ke berbagai negara tujuan. Tapi itu di luar Korea, Jepang dan pelaut. Karena TKI yang jadi pelaut belum kita deteksi,” sergahnya.

Dalam tiga bulan belakangan ini saja, kasus TKI ilegal masih ditemukan di wilayahnya. Mereka berangkat ke luar negeri tanpa dilengkapi asuransi dan banyak yang terlibat kecelakaan kerja. “Tertinggi kasus TKI yang dipekerjakan sebagai PRT,” papar Abe. (far)

 

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.