Terekam CCTV, Dominikus Dihabisi dalam Waktu Empat Menit

Pembunuhan Mahasiswa Asal Merauke

Aksi pembunuhan sadis itu terekam jelas melalui kamera CCTV di sekitar lokasi.

Kapolsek memintai keterangan tersangka dan menunjukkan barang bukti di Mapolsek Genuk Kota Semarang. (metrojateng.com/Ahmad Khoirul Asyhar)

 

SEMARANG – Aksi sadis dua tersangka pembunuhan mahasiswa asal Merauke bernama Dominikus Liborius Awi (24) di Kawasan Industri Terboyo Blok D kemarin ternyata terekam kamera CCTV yang terpasang di sekitar lokasi. Berdasarkan rekaman tersebut terlihat jelas bagaimana tersangka menghabisi korban di lokasi kejadian.

Kapolsek Genuk Kompol Zaenul Arifin mengatakan terungkapnya kasus tersebut tidak hanya hasil kerja keras Resmob Polrestabes Semarang tetapi juga karena ada salah satu bukti rekaman CCTV terkait peristiwa itu. Ada dua CCTV yang merekam kronologis pembunuhan tersebut.

“Rekaman CCTV yang kami dapatkan di sekitar lokasi kejadian merekam kronologis kejadian itu. Jadi korban itu dibunuh di lokasi kejadian,” katanya di Mapolsek Genuk, Rabu (27/2/2019).

Berdasarkan rekaman tersebut kedua tersangka dan korban terlihat tiba di lokasi dengan berboncengan sepeda motor matic pukul 06.17. Tersangka Yeheskiel mengendarai sepeda motor, tersangka Ishak membonceng di tengah, dan korban Dominikus membonceng di belakang. Tersangka memarkir sepeda motor di dekat tambak. Baik tersangka maupun korban sempat terlihat mondar-mandir di depan Tempat Penimbunan Pabean (TPPS) KPPBC Tanjung Emas Semarang atau Balai lelang PT Sentral Java Multindo.

Tidak lama kemudian korban kembali ke dekat tambak dan mondar-mandir di sana. Begitu korban yang menghadap ke arah tambak itu lengah, tersangka Yeheskiel langsung menghantam tubuh korban menggunakan batu. Korban langsung tersungkur dan tersangka Yeheskiel langsung menggorok leher korban. Saat itu tersangka Ishak sudah lari kemudian disusul yeheskiel yang melempar cutter dan mengambil motor. Korban terlihat bergeliat saat ditinggalkan oleh kedua tersangka sekitar pukul 06.21.

“Setelah menggorok leher korban, tersangka Yeheskiel langsung mengambil sepeda motor sedangkan tersangka Ishak langsung lari. Kemudian tersangka Yeheskiel yang sudah menaiki motor menghampiri Ishak dan langsung pergi meninggalkan korban. Mereka cuma butuh waktu sekitar empat menitan untuk melancarkan aksi,” jelas Zaenul.

Tersangka Yeheskiel mengaku pisau cutter tersebut merupakan milik korban. Pisau itu juga spernah digunakan untuk mengancamnya dan orang lain. ”Cutter milik korban, kalau batu itu nemu di sana (lokasi). Saya kenal korban karena satu kampus,” ujar tersangka.

Dalam kasus tersebut kedua tersangka dijerat Pasal 338KUHP tentang pembunuhan atau Pasal 340 tentang pembunuhan berencana. Ancaman hukuman maksimal 20 tahun penjara. Barang bukti yang disita polisi anatara lain pisau cutter, batu yang digunakan memukul korban, sepeda motor yang digunakan sebagai sarana, serta barang bukti lain berupa pakaian dan helm. (aka)

 

 

 

Anda mungkin juga berminat

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.