Terduga Teroris Ditangkap di Temanggung, Sekarang Dititipkan di Mapolda Jateng

Polisi Sebut Anggota Jamaah Ansharut Daulah

Pria yang diduga terlibat jaringan terorisme tersebut ditangkap saat razia lalu-lintas. Polisi mengaku telah menyita sebanyak 24 barang bukti.

Ilustrasi. Personel kepolisian bersenjata lengkap saat melakukan pengamanan narapidana tindak pidana terorisme. (dokumentasi metrojateng.com)

SEMARANG – Polisi menangkap seorang terduga teroris di Temanggung yang merupakan anggota Jamaah Ansharut Daulah (JAD). Pria yang diketahui berinisial TW (33), tersebut kini dititipkan di Mapolda Jateng. Sejumlah barang bukti yang disita dari penangkapan tersebut juga dibawa.

Kabid Humas Polda Jateng Kombes Pol Agus Triatmaja membenarkan hal itu. Menurutnya, TW dititipkan sementara di Mapolda Jateng beserta barang bukti setelah sebelumnya menjalani pemeriksaan di Mapolres Temanggung.

“Dititipkan di Polda hari ini. Statusnya titipan, belum jelas (sampai kapan). Penanganan lanjut oleh Densus,” katanya saat dikonfirmasi, Kamis (21/2/2019).

Terduga teroris, TW, tersebut tercatat sebagai warga Sepanjang, Kabupaten Karanganyar. Ia ditangkap pada tanggal 14 Februari 2019 lalu saat polisi menggelar razia lalu lintas di Jalan Geneng-Koangan. Saat razia digelar, seorang pria yang mengemudikan mobil Proton Exora warna hitam bernomor polisi B 1577 VOC sempat melarikan diri ke arah sawah.

“Penangkapan itu merupakan hasil koordinasi Densus 88 dengan Polres Temanggung. Sekitar pukul 10.45, Polres Temanggung yang melaksanakan razia menghentikan mobil yang dikemudikan oleh seorang laki-laki,” terang Agus.

Curiga dengan pengemudi yang kabur tersebut, polisi kemudian mendatangkan tukang kunci untuk membuka pintu mobil yang ditinggalkan. Setelah berhasil membuka mobil, polisi menemukan sejumlah barang bukti. “Pada saat mobil dibuka paksa dengan mendatangkan tukang kunci dan digeledah, ditemukan beberapa buku-buku jihad,” ungkapnya.

Selain itu juga disita berbagai barang bukti. Ada sekitar 24 barang bukti yang disita, kebanyakan buku-buku. Selain buku juga ada 2 plat kendaraan bernomor B 1577 VFK dan B 1409 KRJ, kemudian tiket pesawat Royal Brunei Airlines Manila-Bandar Seri Begawan dan Bandar Seri Begawan-Jakarta.

Setelah itu, pengemudi yang belakangan diketahui TW tersebut ditangkap. Ia langsung dibawa ke Mapolres Temanggung untuk dimintai keterangan.

“Pria itu mengakui keterlibatannya bersama para terduga terorisme yang telah ditangkap oleh Tim Densus 88 Anti-teror,” jelas Agus. (aka)
Anda mungkin juga berminat

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.