Terbongkarnya Produksi Obat Ilegal di Puri Anjasmoro Berawal dari Aduan Perusahaan Obat

Barang bukti maupun pemilik hingga Rabu (10/7/2019) masih masih berada di Semarang.

SEMARANG – Penggerebekan rumah di Puri Anjasmoro, Semarang Barat, kemarin berawal dari aduan salah satu perusahaan obat ke Bareskrim Mabes Polri. Aduan tersebut setelah pihak perusahaan menemukan obat yang diduga produksi mereka ada di wilayah Jateng. Namun obat tersebut tidak memiliki izin.

Rumah di Perumahan Puri Anjasmoro Blok H5 nomor 12A Semarang yang digrebek terkait kasus obat ilegal dalam keadaan sepi dan dipasangi garis polisi. Foto: metrojateng.com/ahmad khoirul asyhar

Hal itu diungkapkan oleh Direktur Reskrimsus Polda Jateng, Kombes Pol Hendra Suhartiyono, saat ditemui di sela tasyakuran HUT Bhayangkara ke-73 di Gedung Borobudur, Mapolda Jateng, Rabu (10/7/2019). Dalam penggerebekan tersebut petugas Ditreskrimsus Polda Jateng hanya memback up anggota Tipidter Bareskrim Polri. Barang berupa obat tersebut diduga tidak memiliki izin sehingga dalam penindakan juga melibatkan Balai POM Semarang.

“Kami hanya membackup personel. Intinya begini, itu ada aduan dari perusahaan obat ke Bareskrim Polri. Disinyalir ada obat produksi mereka ada di Jateng. Pihak perusahaan mengecek sendiri dan ternyata memang ada di Puri Anjasmoro, kemudian dilakukan tindakan oleh Bareskrim. Kami dikontak anggota Bareskrim setelah mereka tiba di Semarang,” kata Hendra terkait penggrebekan rumah di daerah Puri Anjasmoro Semarang.

Hendra menambahkan penanganan kasus tersebut dilakukan oleh Bareskrim. Ia menyebutkan sampai hari Rabu (10/7/2019) ini, baik barang bukti maupun pemilik masih berada di Semarang.

“Barang bukti masih di lokasi, (pemilik) masih di sini. Lalu di dalam rumah itu ada barang bukti berupa obat sama alat pembuat obat. Jumlahnya banyak, obatnya ada sekitar puluhan sampai ratusan dus. Detailnya nanti langsung Bareskrim karena ditangani di sana,” jelasnya.

Untuk diketahui, pada hari Senin (8/7/2019) hingga Selasa (9/7/2019) petugas Bareskrim Polri menggerebek dua rumah di Perumahan Puri Anjasmoro, Semarang Barat, tepatnya di Blok H5 nomor 12A dan Blok O2 nomor 10. Warga sekitar selama ini mengira dua rumah tersebut digunakan tempat percetakan, setidaknya sudah dua tahunan.

Warga sempat menaruh curiga lantaran penghuni atau pekerja dan pemilik rumah tersebut jarang bersosialisasi. Kecurigaan itu akhirnya terbukti setelah polisi menggerebek rumah tersebut atas dugaan sebagai tempat pembuatan obat ilegal. (aka)

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.