Terbanyak, Prabowo-Sandi Daftarkan 4.000 Saksi TPS di Jateng

Saksi Pemilu Minim

Secara keseluruhan, Jawa Tengah membutuhkan kurang lebih 2,1 juta saksi. Namun saat ini, prosentasenya baru mencapai 13 persen.

Ilustrasi. Foto: metrojateng.com

 

SEMARANG – Mendekati hari pencoblosan, Badan Pengawas Pemilu (BAWASLU) Jawa Tengah telah menerima jumlah saksi yang akan ditempatkan di setiap Tempat Pemungutan Suara (TPS) di 35 kabupaten/kota. Jumlah saksi TPS paling banyak dimiliki oleh capres nomor urut 02, Prabowo-Sandi, yakni mencapai lebih dari 4.000 orang.

“Pasangan calon presiden yang terbanyak menyerahkan daftar saksi TPS kepada kami nomor urut 02. Mereka menyerahkan lebih dari 4.000 orang saksi. Sedangkan untuk capres nomor 01, jumlah saksinya 2.000 orang,” ungkap Anik Solichatun, Koordinator Divisi Pengawasan Bawaslu Jateng, kepada metrojateng.com, Senin (18/3/2019).

Ia mengatakan pendaftaran saksi TPS untuk Pemilu 2018 sudah berakhir pada 14 Maret lalu. Ia mengaku jumlah saksi yang diserahkan kepada pihaknya tidak terlalu signifikan.

Padahal, ia sudah berusaha memperpanjang masa pendaftaran saksi TPS hingga 10 hari.

“Kami sudah upayakan secara optimal untuk mendorong parpol menyosialisasikan kebutuhan saksi TPS setiap hari. Tapi itu hak mereka masing-masing mau mendaftarkan saksinya atau tidak. Karena itu bukan sebuah kewajiban. Kami tidak bisa memberikan sanksi. Kami kembalikan ke publik biar menilainya seperti apa,” terang Anik.

Lebih jauh lagi, pihaknya menyatakan 16 parpol peserta Pemilu saat ini sudah menyerahkan data saksi TPS. Jumlah keseluruhannya ada kurang lebih 238 ribu orang.

Jumlah saksi terbanyak diserahkan oleh Partai Gerakan Indonesia Raya. “Gerindra punya saksi TPS mencapai 51 ribu. Posisi kedua ada PPP, lalu PAN. Yang paling sedikit data saksi TPS adalah PKPI, PSI dan Demokrat,” cetusnya.

Pihaknya menyampaikan keberadaan saksi TPS milik parpol sebenarnya masih minim. Sebab, prosentasenya baru 13 persen dari total kebutuhan di Jawa Tengah idealnya sebanyak 2,1 juta orang.

Seharusnya, untuk menjaga transparansi pemungutan suara, setiap parpol bisa menyerahkan data saksi TPS sebanyak-banyaknya.

“Idealnya punya 2,1 juta saksi TPS. Itu saja dari saksi parpol dan capres. Belum termasuk saksi dari caleg DPD. Parpol sudah kami dorong untuk memperbanyak saksinya. Kami sudah berusaha maksimal,” paparnya. (far)

 

 

Anda mungkin juga berminat

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.