Terancam Ditutup, Pengusaha Karaoke di Tegal Ajukan Judicial Review

Pemkot Tegal sudah menutup dua tempat karaoke. Sementara sekarang ini ada sembilan lainnya yang mengajukan judicial review ke MA

TEGAL – Sejumlah pemilik tempat hiburan karaoke mengajukan proses judicial review ke Mahkamah Agung (MA), menyusul komitmen Pemerintah Kota (Pemkot) Tegal untuk tidak memperpanjang izin mereka. Hal ini mengemuka, saat Wali Kota Tegal, Nursholeh menghadiri pertemuan rutin ulama umaro, Jumat (8/3/2019) malam.

Sejumlah Forkompinda Kota Tegal menghadiri pertemuan rutin ulama umaro di Ponpes Daarul Hijrah. Foto : metrojateng.com/ adithya

“Kami sudah menutup dua tempat karaoke. Sementara sekarang ini ada sembilan lainnya yang mengajukan judicial review ke MA,” ungkap Nursholeh kepada sejumlah ulama umaro di Ponpes Daarul Hijrah.

Kendati demikian, sambung Kang Nur, sapaan akrab Nursholeh, pihaknya akan tetap berpegang teguh dan berkomitmen untuk tidak menambah perizinan baru tempat hiburan karaoke. Bahkan, untuk perizinan yang saat masa berlakunya sudah dan akan habis dipastikan tidak akan diperpanjang.

Kang Nur menegaskan, pihaknya secara tegas akan menertibkan tempat usaha yang tidak sesuai dengan aturan. Pihaknya juga mengingatkan agar tidak ada lagi yang menjual minuman keras (miras).

Pada kesempatan sama, Wali Kota Tegal terpilih, Dedy Yon Supriyono mengemukakan, ihwal usaha karaoke, pihaknya akan melanjutkan kebijakan Wali Kota saat ini. Sebab, di dalam Peraturan Daerah (Perda) dinyatakan tentang pariwisata dan tidak ada karaoke.

“Seperti apa yang sudah diketahui bersama. Dalam kepemimpinan kami hal-hal yang sudah baik akan tetap kami jaga, demi berjalannya roda Pemerintahan yang sehat serta menjaga Kota Tegal tetap kondusif,” pungkasnya. (MJ-10)

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.