Tepergok Dukung Caleg, Mantan Kepala BPPD Jateng Mengaku Khilaf

Diperiksa Bawaslu

Pejabat Pemprov Jawa Tengah tersebut diketahui memosting poster salah satu calon legislatif (caleg) di akun facebooknya.

SEMARANG – Ihwan Sudrajat, seorang pejabat eselon II di lingkungan Pemprov Jateng menjalani pemeriksaan di kantor Bawaslu, Jalan Papandayan, Gajahmungkur Semarang, Senin (1/4/2019). Pasalnya, bekas Kepala Badan Pengelola Pendapatan Daerah (BPPD) Jawa Tengah itu tepergok telah memberikan dukungan bagi salah satu caleg PSI lewat akun facebooknya.

Ihwan Sudrajat (berkacamata) saat diantar temannya untuk memenuhi panggilan pemeriksaan di kantor Bawaslu Jateng. (fariz fardianto/metrojateng.com)

Ihwan memenuhi panggilan Bawaslu pukul 10.00 WIB pagi. Dengan ditemani seorang rekannya, mantan Plt Bupati Batang itu diberondong pertanyaan oleh Koordinator Divisi Hubungan Masyarakat dan Antarlembaga Bawaslu Jateng, M Rofiuddin.

Saat ditemui wartawan, Ihwan mengaku khilaf karena sudah memberikan dukungan bagi salah satu caleg PSI yang notabene merupakan keponakannya sendiri.

“Itu pas Februari kejadiannya. Dukungan buat ponakan saya yang jadi caleg, saya posting di Facebook,” akunya.

Ia berkata tindakannya yang mendukung caleg tidak perlu dibesar-besarkan. Karena hal itu merupakan bentuk dukungan buat anggota keluarganya.

“Khilaf lah. Kan udah lama juga. Sekarang akun facebook saya sudah tak matiin,” tuturnya.

Tindakan Ihwan yang mendukung salah satu caleg dianggap Bawaslu sudah tidak netral dan melanggar UU No 5/2014 tentang Aparatur Sipil Negara (ASN) dan UU No 7/2017 tentang Pemilu.

Koordinator Divisi Hubungan Masyarakat dan Antarlembaga Bawaslu Jateng, M Rofiuddin mengaku harus memeriksa Ihwan karena statusnya sebagai ASN yang diwajibkan netral selama Pemilu.

Pemeriksaan itu sebagai bentuk klarifikasi atas kasus itu. Selanjutnya ia akan mengkaji di rapat pleno untuk menentukan status hukuman bagi yang bersangkutan.

“Untuk menelisik data faktanya. Ini dari hasil laporan masyarakat dan akhirnya kami tindaklanjuti. Beliau salah satu ASN yang melanggar kampanye. Banyak pertanyaan yang harus beliau jawab selama sejam,” ujarnya.

Sampai sekarang, jumlah laporan masyarakat yang diterima Bawaslu mendapati ada 23 ASN di Jateng yang terindikasi melanggar netralitas selama Pemilu.

“Dari 23 ASN yang dilaporkan itu salah satunya ya ini. Pemanggilan ini merupakan tindak lanjut dari laporan itu. Seluruh laporan yang ditujukan ke kami, pastinya akan ditindaklanjuti,” bebernya. (far)

 

Ucapan Lebaran 1440
Anda mungkin juga berminat

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.