Temukan Laporan E-KTP 8 Bulan Belum Jadi, Hendi Marahi Petugas

Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi melakukan sidak langsung pelayanan E-KTP di Kantor Disdukcapil Kecamatan Tugu.

SEMARANG – Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi dibuat marah saat melakukan inspeksi mendadak ke Kantor UPTD Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kecamatan Tugu, Rabu (15/7/2020).

Kehadiran walikota yang disapa Hendi ke kantor setebut setelah adanya aduan masuk ke dalam sistem pelaporan Lapor Hendi. Terkait lamanya pengurusan KTP yang hingga 8 bulan lamanya tak kunjung jadi.

Aduan yang masuk atas nama Agus ke dalam sistem Lapor Hendi pada hari Selasa, 14 Juli 2020 itu, kemudian langsung ditindaklanjutinya dengan melakukan pengecekan secara langsung. Walikota mendatangi kantor UPTD Disdukcapil Kecamatan Tugu.

Hendi menanyakan satu per satu masyarakat yang akan mengurus data administrasi kependudukannya terkait ada tidaknya keluhan pelayanan. Dia juga sempat bertemu dengan Agus, yang pada saat itu rupanya kembali datang ke UPTD ingin menanyakan KTP anaknya.

Hendi lantas mendampingi Agus di loket pelayanan. Agus kemudian diminta Hendi untuk menceritakan upayanya dalam mengurus KTP selama 8 bulan ke belakang.

Agus menceritakan, bahwa dirinya mulai mengurus KTP anaknya pada tanggal 18 Desember 2019. Saat itu dia telah mengantarkan anaknya untuk pengambilan foto, dan dijanjikan bahwa KTP akan jadi seminggu kemudian. Namun setelah itu, dirinya justru mendapatkan keterangan jika data anaknya belum masuk untuk pengurusan KTP.

Agus kemudian diminta mengantarkan anaknya untuk pengambilan foto lagi di Mobil Layanan Keliling Disdukcapil Kota Semarang. Pasca itu dirinya mendapat info jika KTP anaknya telah jadi di Bulan Maret, tapi saat akan diambil ternyata fisik KTP tidak ditemukan.

Dia pun lantas justeru diminta membuat surat kehilangan, dan lalu diminta mengurus dari awal lagi. Namun hingga dirinya mengirimkan laporan aduan ke sitem Lapor Hendi, pembuatan KTP tersebut juga masih tak kunjung jadi sampai sekarang.

Mendengar cerita tersebut, dengan nada tinggi Hendi langsung menegaskan lamanya pengurusan KTP ini tidak bisa ditolerir. “Kalau lama-lama seperti ini ya tidak boleh, mana koordinatornya ?,’’ tegas Hendi.

Namun koordinator UPTD yang dimaksud ternyata tidak berada di tempat. Hendi kemudian meminta Imron selaku Camat Kecamatan Tugu untuk mengawal pengurusan KTP yang dikeluhakan Agus hingga jadi.

“Kalau alasannya lama di Dinas (Disdukcapil), sekarang didata saja KTP yang belum jadi lebih dari sebulan, berikan ke Pak Camat, kemudian laporkan ke Saya,” tegas Hendi lagi.

Menariknya, tak lama setelah Hendi melakukan sidak tersebut, Agus pun akhirnya mendapatkan KTP milik anaknya yang ditunggu-tunggu. Persoalan kendala pada foto biometrik pun kemudian menjadi alasan petugas UPTD atas lamanya pengurusan KTP tersebut. (duh)

Anda mungkin juga berminat

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.