Temuan Limbah Berbahaya, Dewan Soroti Kinerja DLH Semarang

Temuan limbah yang salah satunya dikhawatirkan mencemari air baku milik PDAM Tirta Moedal itu menjadi bukti buruknya kinerja DLH.

SEMARANG – DPRD Kota Semarang meminta Dinas Lingkungan Hidup (DLH) setempat mengusut tuntas temuan limbah berbahaya (limbah B3) yang ditemukan di sejumlah tempat di Semarang, seperti di bantaran Sungai Banjir Kanal Barat (BKB). Pelakunya harus ditemukan dan diberikan sanksi tegas.

Satpol PP Kota Semarang meninjau lokasi penemuan limbah di Manyaran, Senin (8/7/2019). Foto: metrojateng.com/ade lukmono

Ketua DPRD Kota Semarang, Supriyadi mengatakan, temuan limbah yang salah satunya dikhawatirkan mencemari air baku milik PDAM Tirta Moedal itu menjadi bukti buruknya kinerja DLH.

Dinas yang menangani lingkungan itu dinilai seharusnya mampu mengantisipasi dibuangnya limbah, terutama limbah yang berkategori berbahaya, baik yang berasal dari industri maupun rumah tangga secara sembarangan.

‘’Tentu kami berharap DLH secepatnya menindaklanjuti temuan tersebut, agar dampak pembuangan limbah berbahaya secara sembarangan itu bisa ditanggulangi atau diatasi,’’ kata Supriyadi.

Pria yang akrab disapa Lek Di ini meyakini, limbah yang dibuang sembarangan itu kemungkinan tidak hanya terjadi di wilayah Kelurahan Simongan. Tapi kemungkinan sebenarnya juga terjadi di beberapa wilayah lain. Terutama, limbah rumah tangga dari Pedagang Kaki Lima (PKL) yang sering mencemari lingkungan. ‘

’Limbah dari PKL itu juga cukup membahayakan jika tidak tertangani dengan baik,’’ tegasnya.

Dia menegaskan, pihaknya sangat mengharapkan DLH Kota Semarang sering terjun langsung ke lapangan. Yaitu untuk memantau lingkungan khususnya aliran-aliran sungai yang mungkin tercemari oleh limbah berbahaya.

‘’Pelakunya harus ditemukan dan diberikan sanksi sesuai yang ada dalam Peraturan Daerah. Sehingga masyarakat jera ketika akan membuang limbah secara sembarangan,’’ tandasnya.

Sementara itu Kepala DLH Kota Semarang, Sapto Adi Sugihartono mengatakan, terhadap temuan limbah berbahaya atau limbah B3 tersebut pihaknya sudah melakukan langkah tindaklanjut. Salah satunya sudah melakukan pengujian sampel limbah di laboratorium Sucofido, tapi masih belum ada hasilnya.

Selain itu, pihaknya juga sudah melakukan kerja sama dengan Satpol PP Kota Semarang mengevakuasi limbah di bantaran BKB ke TPA Jatibarang. Dan akan bekerja sama dengan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah untuk mencari tahu darimana berasal limbah-limbah tersebut.

‘’Bahkan sebagai efek jera kami akan melaporkan temuan (limbah) ini ke Kepolisian,’’ tandasnya. (duh)

Anda mungkin juga berminat

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.