Tembok Pembatas Bengawan Solo Dipercantik dengan Mural

SOLO – Tembok pembatas atau parapet Sungai Bengawan Solo dimanfaatkan sejumlah seniman mural untuk berekspresi. Mereka menggambar beragam ilustrasi dengan tema “Lestarikan Alam Untuk Air”.

Lomba mural di tembok pembatas Sungai Bengawan Solo. Foto: metrojateng.com

Kegiatan tersebut menjadi rangkaian peringatan Hari Air Sedunia. Total ada 25 peserta yang berpartisipasi dalam lomba mural.

Dinding penahan luapan air Bengawan Solo sepanjang 200 meter itu terlihat lebih menarik dihiasi mural yang berisi pesan-pesan sosial. Di antaranya ajakan untuk melestarikan sungai, pentingnya hutan, serta kesadaran membuang sampah pada tempatnya.

Salah satu seniman mural asal Blora, Asih Shinta mengaku dengan adanya lomba mural ini dapat mengekspresikan karyanya serta memberi pesan moral.

“Ya ikut lomba ini karena ingin karya saya itu bisa dinikmati terus menerus, gak seperti pameran yang waktunya cuma sehari dua hari saja. Kalau ini kan terus jadi bangga aja,” ujar Shinta saat ditemui di lokasi perlombaan, Kamis (26/4).

Penggagas Seni Mural Solo, Irul Hidayat mengatakan, lomba mural di tembok pembatas Sungai Bengawan Solo, dapat menjadikan ruang terbuka Solo lebih ramah lingkungan. Diharapkan, sepanjang tembok pembatas Bengawan Solo menjadi salah satu destinasi seni bagi masyarakat maupun pengunjung kota Solo.

“Kita berharap nantinya di lokasi ini jadi ruang publik bisa dinikmati oleh masyarakat secara gratis. Terus lagi pemerintah juga menjadikan taman agar tempatnya lebih bagus,” ujarnya. (MJ-25)

Anda mungkin juga berminat

Tuliskan Balasan

Alamat email Anda tetap rahasia dan tidak kami simpan.

+ 51 = 56

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.