Telur Mimi Tandai Awal Puasa di Kendal

?
?
KENDAL – Warga Kaliwungu Kendal  mempunyai tradisi unik dan khas, setiap sehari sebelum masuk bulan Ramadhan. Warga rela berdesakan di halaman masjid Al Mutaqin Kaliwungu Kendal hanya untuk berburu telur mimi. Masakan ikan laut ini menjadi khas karena hanya bisa dijumpai menjelang bulan puasa.

Pasar dadakan yang menjajakan aneka masakan ini, menjadi tujuan warga dari sekitar Kaliwungu Kendal, Jumat (26/05) sore. Mereka selain mencari jajanan pasar juga memburu makanan yang hanya ada saat menjelang bulan puasa di tradisi megengan.

Makanan dari hewan laut tersebut dinamakan telur mimi. Jajanan ini seakan menjadi menu utama warga dan selalu dicari untuk disantap sebagai cemilan ataupun lauk pauk.

Makanan tradisional khas Kaliwungu ini, berbahan baku telur ikan mimi sejenis ikan pari dengan tempurung keras.

Telur yang diambil dari hewan tersebut kemudian dicampur dengan diberi bumbu parutan kelapa muda dan rempah-rempah. Ikan mimi mudah didapat di perairan laut Jawa sekitar perairan Kendal.

Makanan ini menjadi khas karena  hanya bisa dijumpai menjelang bulan ramadhan dan tidak dijual pada hari hari lainnya. “Cara penyajiannya pun khas. telur ikan mimi dikerok dari cangkang atau tempurung, kemudian dicampur parutan kelapa muda yang sudah diberi bumbu,” ujar Asronah penjual telur mimi.

Untuk satu plastik kecil telur mimi di jual Rp 5.000 namun tidak jarang pedagang menjual secara utuh satu ekor mimi seharga Rp 40 ribu.

Sementara itu bagi warga, menikmati telur mimi menjadi keharusan sebelum melaksanakan ibadah puasa. “Selain  enak rasanya  telur mimi juga di yakini  bisa menyuburkan  kandungan  sehingga  setelah makan telur mimi di yakini  bisa segera punya keturunan  atau  anak,” kata Warjiyah, pembeli telur mimi.

Selain telur mimi warga juga berburu makanan olahan laut seperti udang sikat, rajungan hingga kerang rebus. Tidak hanya itu sumpil makanan khas Kaliwungu juga diburu warga. Banyaknya makanan yang jarang ditemukan selain menjelang puasa inilah warga rela berdesak-desakan untuk mendapatkan makanan khas tersebut. (MJ-01)

Anda mungkin juga berminat

Tuliskan Balasan

Alamat email Anda tetap rahasia dan tidak kami simpan.

6 + 1 =

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.