Telur Ayam dan BBM Kerek Inflasi Jawa Tengah

Inflasi bulan Juli 2018 lebih rendah dari dua tahun terakhir pada periode sama.

SEMARANG- Kenaikan harga telur ayam ras dan bahan bakar minyak (BBM) berdampak besar terhadap inflasi bulan Juli 2018 di Jawa Tengah.

Pasar murah telur ayam di Pasar Gedhe Solo, Jumat (20/7). Foto: metrojateng.com

Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Tengah mencatat inflasi mencapai 0,10 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 131,98.

Inflasi bulan Juli 2018 sebesar 0,10 persen ini lebih rendah dibanding dengan inflasi bulan Juli 2017 yang sebesar 0,14 persen dan Juli 2016 sebesar 1 persen.

Tingkat Inflasi tahun kalender Juli 2018–Desember 2018 sebesar 2,04 persen lebih rendah dibanding inflasi tahun kalender 2017 sebesar 3,06 persen, tetapi lebih tinggi dibanding inflasi tahun kalender 2016 1,72 persen.

Kepala Bidang Statistik dan Distribusi BPS Jawa Tengah, Sri Herawati mengatakan, penyebab utama inflasi karena kenaikan harga sejumlah komoditas makanan dan minuman. Adapun, penyumbangnya antara lain telur ayam ras, cabai rawit, dan mie.

“Penyebab utama inflasi Jawa Tengah Juli 2018 tertinggi adalah naiknya harga telur ayam ras yang memberi andil sebesar 0,10 persen dan bensin sebesar 0,07 persen, kemudian disusul cabai rawit 0,02 persen, mie, dan upah pembantu rumah tangga,” ungkapnya, Rabu (1/8).

Sedangkan, yang menahan laju inflasi adalah turunnya harga tarif angkutan antar kota, bawang merah, cabai merah, daging ayam ras dan bawang putih.

Herawati menjelaskan, secara komponen inflasi di Jateng terjadi karena naiknya harga yang ditunjukan dengan indeks kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau sebesar 0,65 persen diikuti kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar dan kelompok kesehatan masing-masing sebesar 0,21 persen kelompok sandang sebesar 0,17 persen dan inflasi terendah terjadi pada kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga sebesar 0,05 persen.

“Sedangkan turunnya harga yang ditunjukkan dengan penurunan indeks terjadi pada kelompok transpor, komunikasi dan jasa keuangan sebesar 0,36 persen dan pada kelompok bahan makanan sebesar 0,25 persen,” jelasnya.

BPS Jawa Tengah juga mencatat inflasi yang terjadi di enam kota SBH di Jawa Tengah. Inflasi tertinggi terjadi di dua kota yaitu Kota Kudus dan Kota Semarang masing-masing sebesar 0,11% dengan IHK masing-masing sebesar 139,70 dan 131,60.

Dua kota yang lain yaitu Kota Cilacap dan Kota Surakarta mengalami inflasi masing-masing sebesar 0,09% dengan IHK masing-masing sebesar 136,47 dan 128,97. Sedangkan Kota Purwokerto mengalami inflasi sebesar 0,08% dengan IHK 130,63 dan inflasi terendah terjadi di Kota Tegal sebesar 0,06% dengan IHK 130,25. (ang)

Anda mungkin juga berminat

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.