Teller Pembobol Bank Jateng Dihukum Penjara Enam Tahun

Perbuatan yang dilakukan oleh seorang teller Bank Jateng tersebut dikategorikan tindakan kejahatan luar biasa atau extra ordinary crime yang dianggap tindakan sangat tercela dan merusak kinerja perbankan.

Suasana sidang vonis kasus pembobolan Bank Jateng di Tipikor Semarang. (Fariz Fardianto/metrojateng.com)

 

SEMARANG – Terdakwa pembobol Bank Jateng Cabang Pekalongan, Moh Ferdian Husni dijatuhi hukuman enam tahun penjara serta denda sebesar Rp 200 juta. Dalam sidang yang dipimpin Hakim Tipikor Semarang, Aloysius Prihananto Bayuaji, Selasa (18/2/2019), terdakwa dijerat pasal berlapis atas kasus pembobolan Bank Jateng.

“Menjatuhkan pidana terhadap terdakwa penjara enam tahun enam bulan ditambah denda Rp 200 juta. Bila tidak sanggup, maka akan diganti kurungan tiga bulan,” kata Aloysius saat membacakan amar putusannya.

Pihaknya juga meminta terdakwa membayar uang pengganti sebesar Rp 4,4 miliar untuk kemudian dijadikan barang bukti bagi penyidik.

Hakim menyatakan bila terdakwa tidak mampu membayar uang pengganti, pengadilan bakal menyita semua harta bendanya.

“Jika kurang mencukupi akan diganti denda tiga tahun,” bebernya.

Terdakwa, ujarnya secara sah dinyatakan melanggar Pasal 2 ayat 1 Undang-Undang (UU) Nomor 31/1999 sebagaimana diubah UU Nomor 20/2001 yang mengatur tindak pidana korupsi. Selain itu juga melanggar pasal 3 subsider.

Ia mengungkapkan terdakwa selama ini dikenal sebagai teller Bank Jateng. Dengan putusan itu, hakim menyatakan tidak ada hal yang meringankan terdakwa. Hukuman terdakwa diperberat. Karena perbuatan terdakwa dinyatakan bersalah melakukan tindak pidana sebanyak 304.

Bahkan, terdakwa melakukan tindakan kejahatan luar biasa atau extra ordinary crime yang dianggap tindakan sangat tercela. “Dan merusak kinerja perbankan,” tegasnya.

“Barang bukti yang diamankan berupa spiker, uang tunai, televisi LED,” paparnya.

Vonis yang dijatuhi hakim Tipikor kali ini lebih rendah ketimbang tuntutan JPU selama 8,5 tahun. (far)

 

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.