Telan Rp 23 Miliar, Rusun Musvia Magelang Dibangun Tiga Lantai

Awalnya, tanah yang ditempati merupakan milik Pemkot Magelang yang kemudian dihibahkan kepada Polres Magelang Kota.

MAGELANG – Anggota Polres Magelang Kota segera memiliki asrama polisi berupa rumah susun 3 lantai. Pembangunan rumah susun itu diawali dengan peletakan batu pertama di komplek Mako I Polresta jalan Alun-alun selatan no 1.

Peletakan batu pertama pembangunan Rusun Musvia Magelang, Selasa (11/6/2019). Foto: metrojateng.com/ch kurniawati

Peletakan batu pertama dilakukan Kapolres Magelang Kota AKBP Idham Mahdi, bersama dengan Wakil Walikota Magelang Windarti Agustina, Dandim 0705 Letkol Kukuh Dwi Antono dan kajari wawan Ernawan, Selasa (11/6/2019).

Kapolres Magelang Kota AKBP Idham Mahdi mengatakan, pembangunan rusun ini rencananya akan selesai akhir desember 2019 ini. Dibangun tiga lantai dengan jumlah unit 60 yang berbiaya Rp 23.359.397.000. Sumber dana berasal dari Anggaran Pembangunan Belanja Nasional (APBN) Mabes Polri. Anggaran itu meliputi 4 item, antara lain konsultan pengawasan, perencanaan, konstruksi dan meubeler.

Kapolres menyebutkan, dasar dari pengajuan pembangunan rusun yang semula berupa asrama dengan bangunan sudah cukup tua ini dari adanya sertifikasi aset. Awalnya, tanah yang ditempati merupakan milik Pemkot Magelang yang kemudian dihibahkan kepada Polres Magelang Kota.

Pemkot menghibahkan tanahnya tahun 2015, kemudian di sertifikasi. “Setelah terbit sertifikat kemudian dilakukan pengajuan pembangunan Rusun ke Mabes Polri dan dis etujui,” ungkapnya.

Rusun ini, tetap diberi nama Musvia, karena memiliki nilai sejarah penting. Awalnya kompleks ini merupakan tempat pendidikan aparatur pemerintah setempat dengan nama Musvia atau dalam Bahasa Belanda Mosvia (Middlebare Opleiding School Voor Inlandsche Ambtenaren).

Sebelum diratakan dengan tanah untuk dibangun, asrama polisi ini dihuni 80 KK. “Saat dibongkar, bangunan ini masih kokoh dan pemborong cukup kesulitan membongkarnya. Untuk mempertahankan nilai sejarahnya, maka rusun ini tetap diberi nama Musvia,’ kata Kapolres.

Karena hanya dibangun 60 unit, nantinya yang berhak menghuni akan dilakukan secara seleksi. “Karena sebelumnya aspol ini dihuni 80 KK, karenanya harus ada seleksi. Namun penghuni sebelumnya akan mendapat prioritas. Yang pasti penghuninya adalah personil yang masih aktif,” ujarnya.

Wakil Wali Kota Windarti Agustina mengaku sangat mengapresiasi pembangunan rusun sebagai asrama polisi. Rusun itu nantinya akan melengkapi sejumlah rusun yang sudah lebih dulu dibangun. Seperti di Potrobangsan, Tidar, Wates dan Rusus. Bahkan Pemkot sudah mengajukan lagi pembangunan rusunawa tahun ini, untuk melayani kebutuhan masyarakat akan hunian.

Ia berharap dengan keberadaan rusun Musvia nanti, makan kinerja anggota Polri akan semakin meningkat terutama dalam emmberikan pelayanan yang prima kepada masyarakat.(MJ-24)

Anda mungkin juga berminat

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.