Tekan Peredaran Rokok Ilegal, Bea Cukai Gencar Lalukan Penindakan

 

Ilegal- Petugas Bea Cukai lakukan penindakan dan menyita rokok ilegal.(ist/tya)

 

SEMARANG, METROJATENG.COM– Berbagai aksi penindakan rokok illegal terus digencarkan Bea Cukai demi menekan peredarannya yang dianggap mengganggu penerimaan negara. Namun para pelaku peredaran rokok illegal tak kalah gesit, berbagai modus diterapkan, berjenis merkpun digunakan.

Kepala Kantor Wilayah Bea Cukai Jateng DIY, Padmoyo Tri Wikanto mengatakan berdasarkan survey UGM, peredaran rokok ilegal secara nasional terus mengalami penurunan. Pada tahun 2016 mencapai 12.1%, kemudian turun pada 2018 menjadi 7%. 

Bea Cukai secara internal juga melakukan survey dengan metode serupa. Dari hasil survey didapatkan angka peredaran rokok illegal pada tahun 2017 mencapai 10.9% dan pada 2019 turun menjadi 3%. 

“Seiring dengan upaya massif yang kami lakukan bersama dengan seluruh pihak, baik upaya pencegahan maupun penegakan hukum, kami berharap dalam survey UGM tahun 2020 ini, angka peredaran rokok illegal kembali turun dan sesuai dengan target Menteri Kuangan, Ibu Sri Mulyani, yaitu dalam kisaran 1%.

Sejak Januari hingga Agustus 2020, Bea Cukai Jateng DIY telah berhasil mengamankan rokok illegal  32,5 juta batang. Jumlah ini mengalami penurunan 30,68% jika dibandingkan periode yang sama tahun 2019, dimana rokok illegal yang berhasil diamankan mencapai 46,89 juta batang. 

Kepala Bidang Penindakan dan Penyidikan Kanwil BC Jateng DIY, Moch. Arif Setijo Nugroho menyebutkan, modus yang digunakan dalam peredaran rokok illegal bermacam-macam. Dari sisi pelanggarannya, pada umumnya merupakan rokok polos atau tidak dilekati pita cukai, dan ini yang paling banyak ditemukan. Kemudian dilekati pita cukai tapi palsu, antara lain menggunakan “jempel” yaitu kertas fotokopi yang seolah-olah digunakan sebagai pita cukai. Kemudian menggunakan pita cukai bekas dan juga menggunakan pita cukai yang tidak sesuai ketentuan lainnya, misalnya pita cukai untuk rokok isi 12 batang digunakan untuk rokok isi 20 batang, pita cukai rokok untuk jenis SKT digunakan untuk rokok jenis SKM, dll.

Dari sisi distribusi dan pengiriman, para pelaku kerap menggunakan jasa ekspedisi, mobil pribadi, truk barang dengan bak terbuka, truk kontainer hingga Bus AKAP, bahkan medistribusikannya di pedagang-pedangang kecil di pasar. Penggunaan truk barang menjadi yang paling sering digunakan. Cara mengangkutnyapun bermacam-macam. 

Ada yang memuat secara penuh dalam truk dengan ditutupi terpal atau penutup lainnya, ada yang memuat bersamaan dengan barang lain seperti buah-buahan, mebel, dll yang digunakan untuk menutupi muatan rokoknya, ada juga yang mengemas rokok tersebut dalam bentuk barang lain seperti pigura, dimasukkan dalam peti palet dan lainnya.

Arif mengungkapkan bahwa merk yang sering digunakan pelaku peredaran rokok illegal sangat beragam dan kebanyakan namanya tidak terkenal. 10 merk yang paling banyak digunakan akhir-akhir ini adalah Luffman Merah, Luffman, Luffman Silver, Coffee Stick, Luffman Light, Gudang Cengkeh, Duuz, H Mind, Sakura dan Laris Brow.

Merk lainnya juga ada dalam jumlah lebih sedikit seperti L4 Bold, Sekar Madu SMD, Laris Brow, SMD, Mildboro, YS Pro Mild, Mildbro Black Blast, Afirca Ice Jack dan asih banyak lagi. Rokok illegal dengan menggunakan merk-merk tersebut banyak beredar di luar Pulau Jawa seperti Sumatera, Kalimantan dan Sulawesi. (tya)

Anda mungkin juga berminat

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.