Tekan Limbah Laut, Pelindo Pasang Shore Connection di Tanjung Emas

Sebaran limbah laut yang dihasilkan oleh kapal-kapal yang bersandar di Pelabuhan Tanjung Emas Semarang kian mengkhawatirkan.

SEMARANG – PT Pelindo III sedang berupaya mengurangi sebaran limbah laut yang dihasilkan oleh kapal-kapal yang bersandar di Pelabuhan Tanjung Emas Semarang. Caranya, perusahaan pelat merah tersebut memasang sebuah mesin jaringan listrik dari darat (shore connection) untuk memfasilitasi kapal yang bersandar di Dermaga Dwimatama.

Aktivitas bongkar muat di Pelabuhan Tanjung Emas. (metrojateng.com/fariz fardianto)

Direktur Utama Pelindo III, Doso Agung mengungkapkan pemakaian shore connection bisa menggantikan sambungan daya listrik yang ada pada kapal. Sehingga ketika kapal bersandar, bisa diganti memakai shore connection agar lebih efisien dan ramah lingkungan.

“Ini juga jadi upaya kami untuk mengurangi limbah laut yang dihasilkan dari kapal yang bersandar,” kata Doso, Jumat (21/6/2019).

Pelindo, tambahnya telah menguji coba shore connection di Pelabuhan Tanjung Perak untuk kapal peti kemas. Saat ini, pihaknya giliran menjajal mesin tersebut untuk dipakai kapal kargo di Tanjung Emas.

Doso menyebut bahwa shore connection berkekuatan 1 mega watt telah dipasang di Dermaga Dwimatama, Tanjung Emas. Ia mengaku pemakaian shore connection untuk melayani bongkar muat kapal milik PT Pupuk Indonesia Logistic (PILOG).

Doso mengklaim dengan memakai shore connection, setiap kapal mampu memangkas biaya operasional bongkar muat curah kering hingga 40 persen. Tak cuma itu, pihaknya juga memastikan bongkar muat bisa dipercepat sampai 3-4 hari.

“Penggunaan mesin ini menghemat 40 persen biaya serta mempercepat bongkar muat karena listrik yang kami sediakan dapat mengoperasikan ship crane secara maksimal,” bebernya.

Sedangkan, Agus Rizal, Direktur Investasi Pupuk Indonesia Logistic, mengatakan Ini akan jadi jalinan kerjasama yang kuat untuk menopang aktivitas pengiriman produk pupuk Indonesia melalui jalur pelabuhan.

Apalagi titik bongkar muat terbesar selama ini berada di Semarang. Meski begitu pihaknya juga mengembangkan pelabuhan lain di Pontianak dan Cilacap. “Bongkar muat yang dijalankan di Tanjung Emas selama ini punya peran sangat vital untuk membantu pengiriman produk kami di sejumlah pulau-pulau seluruh Indonesia,” tandasnya. (far)

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.