Tekan Angka Nikah Muda, Mukidi Ajari Remaja Temanggung Bisnis Kopi

Pakar kopi asal temanggung, Mukidi saat memberikan motivasi kepada remaja kecamatan  Gemawang Kabupaten Temanggung,  yang tergabung dalam PIK remaja yang diadakan UPT (BKPPP) Gemawang, Minggu (20/11) lalu. (foto: ch kurniawati)
?
TEMANGGUNG – Untuk memberikan bekal sebagai generasi muda yang berwawasan terampil dan mandiri, UPT Badan Keluarga Berencana dan Pemberdayaan Perempuan (BKPPP) kecamatan Gemawang Kabupaten Temanggung memberikan pelatihan kepada remaja yang tergabung dalam Puat Informasi dan Konsultasi remaja (PIK Remaja). Mereka diberi pelatihan kewirausahaan dengan menghadirkan pakar kopi yang lagi naik daun, Mukidi (owner kopi Mukidi) dan Sarwadi (pengelola kopi).

    Pelatihan yang berlangsung di aula kecamatan Gemawang, Minggu (20/11) itu  berlangsung seru dan menyenangkan. Peserta remaja nampak antusias bertanya kepada Mukidi dan Sarwadi.

    Menurut kepala UPT BKBPP kecamatan Gemawang Muhammad Asyiq, bimbingan teknis kewirausahaan bagi remaja PK se kecamatan Gemawang ini, merupakan inovasi yang diangkat dalam mengikuti diklat PIM IV dengan judul PIK Remaja Integrasi Ekonomi Produktif menurunkan angka pernikahan dini di kecamatan Gemawang.

    “Kita sengaja mendatangkan dua pakar kopi Temanggung yang baru saja  meraih juara dua dalam ajang Festival Kopi Temanggung tahun 2016, untuk memberikan motivasi kepada remaja agar menjadi generasi muda yang berwawasan, trampil dan mandiri,” kata Asyik.

    Kegiatan ini sekaligus bertujuan agar para remaja menjadi pelopor  dalam menyosialisasikan Program PIK Remaja ,  Katakan TIDAK pada Pernikahan Dini, seks Pra Nikah dan Napza dilingkungan masing-masing.

    Kepada para remaja, Mukidi mengatakan bahwa kecamatan Gemawang merupakan wilayah penghasil kopi yang berkualitas, akan tetapi belum dikelola secara optimal.

    Ia juga mengatakan,  image tentang petani kopi sampai sekarang kurang bagus , yaitu petani adalah  miskin, kumuh dan tidak berpendidikan.

    Karenanya Mukidi mengajak kepada peserta bintek untuk membuktikan bahwa image itu tidak benar. Hal itu dibuktikan kalau saat ini dia menjadi pengusaha yang sukses.

    Yang penting, kata Mukidi, dalam menjalankan bisnis, seseorang tidak boleh menyerah dan harus tetap konsisten dengan bisnisnya. 

    Dalam kesempatan itu, Mukidi juga tidak segan untuk mengungkapkan rahasia atau marketing yang ia jalankan dalam menjalankan bisnis kopinya ini.

    Baik Mukidi dan Sarwadi sama-sama mengapresiasi kegiatan ini dan berharap ada kegiatan yang berkelanjutan. 

    Keduanya berjanji akan selalu siap  mendampingi sampai mereka berhasil. (MJ-24

Anda mungkin juga berminat

Tuliskan Balasan

Alamat email Anda tetap rahasia dan tidak kami simpan.

32 + = 39

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.