Teguh Yuwono: Warga Jateng Golput karena Teknis

SEMARANG– Golongan masyarakat yang memilih tidak memilih atau golput pada pemilihan kepala daerah (Pilkada) 2018 di Jawa Tengah diprediksi masih tinggi seperti halnya pemilihan tahun-tahun sebelumnya. Pengamat politik Universitas Diponegoro (Undip) Semarang, Teguh Yuwono mengatakan hal itu bukan karena faktor ideologis tapi teknis.

Pengamat Politik Universitas Diponegoro, Teguh Yuwono. (Foto: istimewa)

‘’Melihat perilaku pemilih di Jawa Tengah, alasan mereka golput saat Pilkada bukan karena niat ingin golput atau tidak senang dengan calon kepala daerah kemudian tidak memilih. Namun karena faktor teknis, artinya mereka tidak memilih sebab bekerja di luar kota atau malas tidak mau datang ke TPS,’’ ungkapnya saat dihubungi, Rabu (27/6).

Diketahui, perilaku pemilih Jateng terlalu cuek dan terlalu percaya pada sistem yang ada. ‘’Mereka beranggapan, jika saya datang dan memilih di TPS tidak ada pengaruhnya terhadap perubahan. Sehingga, mereka masih terlalu percaya pada sistem. Masih pragmatis simpel pemikiran mereka,’’ kata dosen Ilmu Politik Undip itu.

Teguh memprediksi, angka psikologis pemilih di Jateng atau perkiraan masyarakat yang datang ke TPS pada hari ini bisa mencapai 70%, meskipun itu tampaknya berat dicapai. ‘’Saya berharap masyarakat yang tercatat di daftar pemilih tetap (DPT) masih antusias datang ke TPS. Dengan begitu, golput bisa ditekan,’’ tuturnya.

Kendati demikian, meski golput tinggi tidak akan membatalkan pemilihan. Sebab, berapapun golputnya tetap akan ada pemenang karena suara kaum memilih tidak memilih ini dianggap nol. (ang)

Anda mungkin juga berminat

Tuliskan Balasan

Alamat email Anda tetap rahasia dan tidak kami simpan.

3 + 7 =

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.