Tega! Bayi Perempuan Dibuang di Krombong Ikan

Istianah mengaku terkejut saat melihat ada bayi yang dibuang di krombong ikan milik suaminya.

JEPARA – Bayi perempuan ditemukan di keranjang (krombong) ikan milik warga di Desa Ujungpandan Kecamatan Welahan, Kabupaten Jepara. Bayi itu sengaja dibuang oleh orangtuanya.

Bayi perempuan yang ditemukan di krombong ikan kini masih menjalani perawatan di puskesmas. Foto: metrojateng.com

Plt Kapolsek Welahan, Iptu Suyitno menuturkan bahwa bayi ditemukan kali pertama oleh Istianah dan Rosyid. Kedua saksi penasaran karena terdengar suara tangisan bayi di depan rumahnya sekitar pukul 03.30 WIB. Pihaknya bersama jajaran sudah mendatangi lokasi dan melakukan penyelidikan.

“Kami kerja sama dengan Unit PPA Polres Jepara olah TKP dan memeriksa saksi-saksi untuk keperluan penyelidikan,” katanya, Kamis (21/2/2019)

Dari keterangan saksi-saksi, bayi itu berjenis kelamin perempuan dan baru dilahirkan.

“Bayinya perempuan dan dari medis puskesmas diperkirakan baru dilahirkan. Masih ada darah di tali pusar. Keadaannya sehat, hanya saja berat badannya 2,4 kilogram. Saat ditemukan telanjang dan tidak ada barang bukti lainnya,” tandas dia.

Sementara Istianah mengaku terkejut saat melihat ada bayi yang dibuang di krombong ikan milik suaminya. “Kami terkejut karena bayi itu telanjang bulat dan menangis. Akhirnya kami mengabarkan ke warga yang lain,” katanya.

Selanjutnya, bayi itu dibawa ke puskesmas untuk mendapatkan perawatan. “Kami juga lapor ke kepala desa, dan kemudian dibawa ke puskesmas,” paparnya.

Krombong ikan tempat bayi perempuan ditemukan. Foto: metrojateng.com

Istianah menceritakan, tiap hari suaminya bekerja sebagai penjual ikan keliling menggunakan sepeda motor yanh diberi krombong. Motor itu memang diparkir di teras rumahnya tiap malam.

“Motor tidak pernah saya masukkan ke dalam rumah. Tiap hari ya di depan. Dan saya nikah sudah tiga tahun tapi belum punya anak. Kalau bisa bayi itu saya adopsi,” tuturnya.

Kepala Desa Ujungpandan, Muhammad Kholidin menuturkan bahwa Dusun Tegaron memang berada di paling ujung desa.

“Itu dusun paling ujung dan jalannya buntu karena sungai. Untuk saat ini, kasus ini sedang ditangani oleh kepolisian,” ungkapnya.(MJ-23)

Anda mungkin juga berminat

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.