Teater Emka Pentaskan Isu Kampung Tematik di Srinindito

Melalui pertunjukan teater tersebut, diharapkan masyarakat sadar dengan realita sosial

SEMARANG – Unit Kegiatan Mahasiswa Fakultas (UKMF) bidang kesenian yang berada di lingkungan kampus Fakultas Ilmu Budaya Universitas Diponegoro Semarang, Teater Emper Kampus (Teater Emka) akan melalukan pementasan pada 15 September 2018.

Acara yang dikemas dalam Pentas Kampung 2018 ini bertempat di Kampung Srinindito, tepatnya di RT 07 RW 03 Kelurahan Ngemplak Simongan, Kecamatan Semarang Barat mulai pukul 20.00.

Pimpinan Produksi, Sri Nofitasari mengatakan pementasan kali ini diharapkan mampu mengasah kepekaan sosial dan memberikan penyadaran tentang realita kepada masyarakat melalui teater. Selain itu, kegiatan ini juga diharapkan memberikan hiburan kepada masyarakat.

Sutradara pementasan ini, Ajeng Ratnasari menjelaskan lakon “Ajar Raja” ini mengisahkan kampung kesenian yang sudah lama mati dan ingin hidup kembali tetapi tidak ada regenerasi.

“Isu yang diangkat dalam naskah ini adalah permasalahan kampung tematik yang kurang dalam hal pengelolaan sumber daya manusianya. Kami berharap warga akan lebih siap ketika ke depan di daerahnya akan menjadi kampung tematik kesenian,” katanya, Rabu (12/9/2018).

Meskipun berada di lingkungan kampus, tidak menghalangi Teater Emka untuk mengekspresikan kesenian yang sesuai dengan visinya, yaitu “Teater Untuk Rakyat”. Dengan pertunjukan teater tersebut, diharapkan masyarakat sadar dengan realita sosial dan dapat mengedukasi masyarakat mengenai kesenian teater. Teater Emka juga berusaha agar bisa mengembalikan kesenian yang ada agar bisa menjadi cerminan hati para masyarakat.

Pentas Kampung 2018 ini didukung oleh beberapa pihak antara lain, Kesenian Jawa Undip, Warga Jati Wayang, Hysteria, Forum Teater Kampus Semarang (Fotkas), Hysteria dan tim rewo-rewo tercinta Emka. (ade)

Anda mungkin juga berminat

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.