Tawuran Pelajar Kembali Pecah di Magelang, Empat Luka-luka

30 Orang Diamankan

Tawuran pecah di kawasan Tempuran. Mereka yang diduga terlibat diciduk di Puskesmas Borobudur dan langsung diberi pembinaan.

MAGELANG – Tawuran pelajar lagi-lagi terjadi di Kabupaten Magelang, Kamis (21/2/2019) sore. Akibatnya, empat orang terluka dan harus dirawat di rumah sakit. Sebanyak 30 pelajar diamankan.

Salah satu korban terluka akibat tawuran pelajar di Magelang. Foto: metrojateng.com/ch kurniawati

Kapolsek Borobudur AKP Didi Dewantara saat dikonfirmasi membenarkan, pihaknya mengamankan 30 pelajar yang terlibat tawuran. Dikatakan, tawuran terjadi di wilayah Tempuran.

“Kami dari Polsek Borobudur membantu back up mencari menemukan beberapa orang di Puskesmas Borobudur,” katanya tanpa merinci asal sekolah pelajar yang terlibat tawuran.

Akhirnya beberapa diamankan di Polsek Borobudur. Ada yang luka dirujuk ke RS Muntilan dan RS Tidar Kota Magelang. “Nanti kasusnya kami limpahkan ke Tempuran,” tandasnya.

Didi menambahkan, dua korban dirawat di RS Muntilan yakni Rian dan Zakaria yang mengalami luka di pinggang.  Korban lain masing-masing, Alfaruki (20) warga Bandongan, Ardiansyah (16) warga Karet, Magelang dan Muhammad Likun (21) warga Bandongan.

Pelajar yang terlibat tawuran diberi pembinaan di Mapolsek Borobudur. Foto: metrojateng.com/ch kurniawati

Sementara, salah satu korban, Likun mengatakan, dia bermaksud mengantarkan Alfaruki ke rumah temannya di daerah Tempuran. Namun tiba-tiba saat melintas di kawasan Tempuran dikejar beberapa orang mengendarai sepeda motor.

“Saya boncengan dengan Juki (panggilan Alfaruki), tiba-tiba dikejar 15 orang yang naik sepeda motor. Saya dibacok kena pinggang sebelah kanan, terus berhenti. Juki yang saya bonceng turut dibacok kena dada,” kata Likun saat ditemui di RSUD Tidar.

Setelah membacok, katanya, pelaku yang masih berseragam sekolah tersebut terus kabur. Likun kemudian meminta tolong temannya untuk dibawa ke RSUD Tidar Kota Magelang.

Kasus tawuran pelajar di Magelang menjadi sorotan akhir-akhir ini. Sebelumnya, seorang siswa SMK Ma’arif Salam tewas saat terjadi tawuran di kawasan Blabak, 31 Januari 2019 silam. Tiga orang ditetapkan sebagai tersangka. (MJ-24)

Anda mungkin juga berminat

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.