Tawuran Pelajar di Magelang, Polisi Dalami Keterlibatan Alumni

Dari keterangan para siswa, mereka mengaku hanya diajak senior sehingga ikut-ikutan tawuran

MAGELANG – Polres Magelang masih terus mendalami kasus tawuran antar-pelajar dua SMK yang mengakibatkan seorang meninggal dunia. Tawuran yang terjadi pada 31 Januari itu diduga juga melibatkan alumni.

Polisi menyelidiki dugaan keterlibatan alumni dalam tawuran pelajar di Magelang. Foto: metrojateng.com/ch kurniawati

“Kami masih terus mendalami kemungkinan keterlibatan alumni dan juga motif lain sebagai pemicu pecahnya tawuran, selain saling ejek di media sosial,” kata kapolres Magelang, AKBP Yudianto Adi Nugroho, Rabu (6/2/2019).

Dari keterangan para siswa, mereka mengaku hanya diajak senior sehingga ikut-ikutan tawuran. “Mereka kompak menjawab demikian, sehingga harus didalami secar intensif,” imbuhnya.

Saat ini, pihaknya sedang merumuskan upaya mendamaikan siswa dua sekolah yang terlibat tawuran. Disebutkan pula, untuk berkas perkara tiga tersangka sudah selesai dan akan diserahkan ke kejaksaan untuk ditindaklanjuti.

Tawuran pecah di Desa Jetak Kecamatan Mungkid atau Blabak. Perkelahian berdarah itu juga mengakibatkan empat orang terluka.

Polisi menetapkan tiga orang tersangka berdasar barang bukti video dan keterangan saksi. Mereka adalah LR (18), warga Mertoyudan, IP (19) warga Kaliangkrik dan NA (17) warga Grabag, Kabupaten Magelang.

Para tersangka dijerat dengan pasal 80 ayat 3 UU RI no 35 tahun 2014 tentang perubahan UURI no 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak, dengan ancaman hukuman pidana penjara paling lama 15 tahun penjara atau denda paling banyak Rp 3 miliar. (MJ-24)

Ucapan Lebaran 1440
Anda mungkin juga berminat

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.