Tarif Pakir di Luar Ketentuan Rusak Citra Kota Semarang

Maraknya oknum juru parkir yang memungut tarif parkir melebihi aturan Perda kerap menjengkelkan masyarakat. Dewan meminta Pemkot Semarang menertibkan oknum jukir tersebut.

SEMARANG – Kejadian oknum juru parkir yang memungut tarif parkir di luar ketentuan saat libur Lebaran lalu sangat disayangkan. Kejadian tarif parkir yang melambung tersebut dikhawatirkan akan mempengaruhi negatif citra Kota Semarang.

‘’Padahal kemarin banyak wisatawan yang datang ke Kota Semarang. Tentunya itu pasti membuat kapok para pengunjung karena tarif parkir yang tidak wajar,’’ kata Ketua DPRD Kota Semarang, Supriyadi, Minggu, (16/6/2019).

Supriyadi menegaskan kejadian tersebut pasti membuat citra Kota Semarang menjadi tercoreng. Padahal saat ini Kota Semarang sedang gencar-gencarnya membangun image sebagai kota pariwisata.

‘’Kemungkinan pengunjung juga menjadi kapok dan berpikir tidak akan mau datang lagi ke Kota Semarang,’’ tegasnya.

Legislator dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan ini menuturkan seharusnya hal tersebut bisa diantisipasi dari awal. Selain itu dia meminta harus ada sanksi tegas bagi oknum juru parkir yang menarik tarif parkir di luar ketentuan.

‘’Sehingga tidak ada lagi jeritan pengunjung ke Kota Semarang akibat tarif parkir yang mahal. Oleh-oleh juga begitu harganya harus wajar, jangan memanfaatkan momen,’’ ujarnya.

Dia mengimbau kejadian tersebut tidak terulang lagi. Sehingga membuat nyaman pengunjung dan bisa meningkatkan jumlah wisatawan ke Kota Semarang. Apalagi jumlah kunjungan wisatawan pada liburan Lebaran tahun ini lebih banyak dari tahun lalu.

‘’Jadi harus dijaga pelayanan publiknya biar pengunjung yang datang ke Kota Semarang itu dapat kesan baik,’’ tandasnya. (duh)

 

Anda mungkin juga berminat

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.