Tarif Air PDAM Kendal Dinaikkan 42,8 Persen

Ilustrasi
Ilustrasi

KENDAL – Pelanggan air bersih Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirto Panguripan Kendal bersiap-siap menambah anggaran untuk bayar rekening air bersih. Pasalnya Oktober mendatang tarif air bersih sudah dipastikan naik Rp 600 per meter kubik atau 42,8 persen dari harga semula Rp 1.400 per meter kubik.  Tarif tersebut diberlakukan mulai Oktober yang akan dicatat pada bulan November dan baru dibayar pelanggan PDAM pada Desember mendatang.

“Penyesuian tarif ini sebenarnya sudah kami bahas 2012 lalu dan telah melalui banyak pertimbangan. Baru 27 Agustus lalu ditetapkan menjadi Rp 2 ribu dan akan mulai diberlakukan mulai Oktober,” ujar Pjs Direktur PDAM Tirto Penguripan  Kendal, Sunanto.

Kenaikan tersebut sudah disahkan melalui Peraturan Bupati nomor 22 tahun 2014 kemudian dikuatkan dengan SK Direksi nomor 19/2014  tentang pemberlakuan penyesuian tarif dasar. Namun Sunanti menegaskan bahwa kenaikan tidak melebihi empat persen dari Upah Minimum Kabupaten (UMK) Kendal sebesar Rp 1,22 juta.

Dengan kenaikan Rp 600 per meter kubiknya, kini tarif dasar air bersih dari semula Rp 1.400 menjadi Rp 2 ribu.  Dengan kenaikan tersebut maka tarif yang dikenakan tarif dasar minimal juga mengalami kenaikan. Yakni dari 0-10 meter kubik akan dikenakan mulai Oktober akan dikenakan biaya sebesar Rp 20 ribu ditambah biaya Administrasi Rp 8 ribu.

Jadi biaya perbulan pelanggan harus mengeluarkan Rp 28 ribu untuk pemakaian 0-10 meter kubik. Padahal tarif dasar dikenakan dengan kelipatannya yakni 11-20 meter kubik dan 21-30 meter kubik. Jadi misalkan pemakaian diatas 11 meter kubik, maka akan dihitung tarif dasar 20 meter kubik.

Kabag Keuangan PDAM Tirto Panguripan, Ati Prihatini mengatakan kenaikan tarif dasar air dari Rp 1.400 menjadi Rp 2 ribu pertimbangan lain karena PDAM sebagai perusahan daerah diberikan hak untuk menaikkan. “Yakni sesuai Perda nomor 13 tahun 2011,” jelasnya.

Dengan kenaikan tarif dasar tersebut, PDAM lanjut Ati juga akan memperbaiki kualitas pelayanan. Salah satunya menambah sumur artetis di empat titik. Yakni Meteseh, Dawung, Weleri dm Kaliwungu. “Sehingga bisa menambah tekanan air, dengan harapan saat pagi tidak ada keluhan air tidak mengalir,” tambahnya.

Sementara menanggapi rencana kenaikan tarif dasar air bersih, seorang warga mengaku kecewa karena pelayanan masih kurang maksimal. Air bersih di sejumlah daerah kadang tidak mengalir lancer, dan terkadang juga berbau.

“Padahal BBM belum naik kok tarif PDAM sudah dinaikan dulu. Boleh naik asalkan diimbangi dengan pelayanan yang baik pula, jangan sudah naik tapi air masih tidak lancar dan kotor,” kata Budi warga Kaliwungu. (MJ-01)

Anda mungkin juga berminat

Tuliskan Balasan

Alamat email Anda tetap rahasia dan tidak kami simpan.

+ 31 = 34

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.