Target Reaktivasi Jalur KA Semarang-Lasem Mulai Tahun 2023

Rencana itu bakal terwujud dengan mudah bila terjalin komunikasi yang baik antar pemangku kepentingan.

SEMARANG- Jalur kereta api dari Semarang menuju Lasem Rembang, segera diaktifkan kembali. Target reaktivasi dimulai tahun 2023 sampai 2031.

Diskusi mengenai reaktivasi jalur rel Semarang-Lasem, di Hotel Grand Candi, Kota Semarang, Selasa, 28 Agustus 2018. Foto: metrojateng.com/Fariiz Fardianto.

Fajar Rahmat, kepala seksi Perkeretaapian Dishub Jateng, proses reaktivasi jalur kereta api tersebut akan diwujudkan secara bertahap mulai tahun 2023. Pengaktifan jalurnya mencakup Semarang, Demak, Kudus, Pati dan berakhir di Lasem, Rembang.

“Tapi kami sudah meminta kepada bupati di daerah-daerah tersebut untuk mengupayakan percepatan reaktivasi jalur tersebut. Itu rencana jangka pendek kami saat ini,” kata Fajar, di sela diskusi dengan para pemangku kebijakan di Hotel Grand Candi Semarang, Selasa (28/8/2018).

Ia mengklaim rancangan tata ruang untuk melakukan reaktivasi jalur kereta itu kini sudah rampung. Pihaknya tinggal menyusun DED untuk mendukung tahapan pembebasan lahan di sejumlah titik Kota Semarang sampai Lasem.

Ia mengaku menyerahkan waktu pengerjaan reaktivasi kepada Kementerian Perhubungan. Walau begitu, ia menjelaskan idealnya pengaktifan jalur KA Semarang-Lasem harus dikerjakan bertahap.

“Dikerjakan bertahap dulu dari Semarang ke Pati. Kemudian lanjut Pati ke Rembang. Kalau permintaan masyarakatnya tinggi baru dilanjutkan sampai Jawa Timur,” ungkapnya.

Fajar mengatakan sedang menjajaki komunikasi dengan pemda-pemda terkait untuk memuluskan rencana reaktivasi jalur KA Semarang-Lasem. Ia memperkirakan panjang jalur kereta yang akan diaktifkan lagi kurang lebih sampai 100 kilometer.

Pakar Transportasi dari Unika Soegijapranata, Djoko Setijowarno mendukung upaya reaktivasi jalur KA Semarang-Lasem. Ia optimistis rencana itu bakal terwujud dengan mudah bila terjalin komunikasi yang baik antar pemangku kepentingan.

Ia mengusulkan kepada Kementrian Perhubungan untuk memakai lahan-lahan tak terpakai yang tersebar di sejumlah titik Kabupaten Demak, Kudus, Pati dan Lasem. Tentunya, tiap kepala daerah ikut membantu reaktivasi jalur itu. mega proyek dari Kemenhub tersebut.

“Kami mendukung rencana ini. Tidak perlu menunggu lama lagi. Sehingga keberadaan jalur KA mampu mengurangi kerusakan badan jalan di ruas Pantura. Selama ini arus lalu lintasnya sangat padat,” bebernya. (far)

Anda mungkin juga berminat

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.