Tanpa Surat Kesehatan, Hewan Kurban Dilarang Masuk Semarang

Sebanyak 60 petugas disiagakan untuk memantau hewan-hewan kurban yang beredar di Semarang

SEMARANG – Dinas Pertanian Kota Semarang melarang hewan kurban dari daerah luar masuk dan diperjualbelikan di kota ini. Hal itu jika tidak disertai dengan surat kesehatan dari klinik kesehatan hewan dari daerah asalnya.

Hewan Kurban
Ilustrasi. Hewan kurban yang masuk ke Semarang wajib disertai surat kesehatan. Foto: metrojateng.com/dok

Hewan-hewan kurban yang dijual di Kota Lunpia ini biasanya dari Kabupaten Sragen, Pacitan, Grobogan, Wonogiri, dan Boyolali. Dinas memastikan akan mengecek lokasi pedagang dan memeriksa surat tersebut sebelum hari Idul Adha 1439 H.

“60 petugas akan disiagakan, nantinya di setiap kecamatan akan diisi dua hingga tiga petugas”, kata Kepala Dinas Pertanian Kota Semarang, Wahyu Permata Rusdiana, Minggu (5/8).

BACA JUGA: Harga Sapi Kurban Naik Rp 2 Jutaan

Ia menyatakan, hewan kurban juga akan diperiksa karena harus memenuhi syarat sebelum disembelih. Seperti telah cukup umur dan sehat fisik atau tidak ada kecacatan. “Pemeriksaan dilakukan bagi pedagang lama maupun baru”, tegasnya.

Rusdiana menambahkan, pedagang yang hendak menjual hewan kurbannya, juga lokasinya harus jauh dari permukiman, tidak berada di dekat jalan raya, tidak mengganggu estetika pemandangan, dan lokasi sekitar harus bersih. (duh)

Anda mungkin juga berminat

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.