Tanpa ‘Money Politic’, Anggiasari Perjuangkan Kaum Difabel

Hak pilih dengan hati nurani jauh lebih berharga ketimbang mengiming-imingi konstituen dengan uang.

SEMARANG – Lantaran terenyuh melihat teman senasib kurang diperhatikan pemerintah, membuat Anggiasari Puji Aryatie bertekad maju sebagai caleg dari Partai NasDem.

 

Anggiasari Puji Aryatie saat menyapa warga belum lama ini. (istimewa)

 

Anggia, sapaan akrabnya, ingin memperjuangkan kaum difabel dengan segenap kemampuannya. Ia punya niatan jauh-jauh hari untuk tidak memakai money politic saat menyapa para konstituennya.

“Pokoknya kita terus berjuang, kita usahakan semaksimal mungkin dengan berbagai strategi tanpa politik uang,” ujar Anggia, Kamis (11/4/2019).

Anggia mengaku sudah punya relawan untuk bertempur habis-habisan sampai 17 April nanti. Relawannya, kata dia, sudah terbuka untuk bercerita tentang disabilitas, tentang kemanusian, dan rencana pendidikan inklusif serta pekerjaan yang layak bagi disabilitas.

“Saya juga tekankan kepada teman-teman, masyarakat ketika saya hadir, mereka harus mencari informasii sebanyak mungkin. Siapa sih Anggiasari, tanya dengan lembaga yang pernah bekerjasama dengan saya, untuk mengetahui rekam jejak saya seperti apa,” tuturnya.

Kendati demikian, jikalau kalah nanti, ia tak akan berkecil hati. Termasuk jika pesaingnya main money politic.

Ia menganggap menggunakan hak pilih dengan hati nurani jauh lebih berharga ketimbang mengiming-imingi konstituennya dengan uang.

“Kalau terjadi politik uang dan saya kalah karena itu, saya tetap berbangga hati karena yang memilih saya adalah suara murni, tidak ada politik uang dan itu jauh lebih berharga. Itu adalah kemenangan yang sesungguhnya,” cetusnya.

Sahabat Anggia, Nursam, mengenal caleg disabilitas itu sebagai sosok rendah hati dan cerdas. Anggia juga memiliki pengalaman panjang memperjuangkan kesetaraan bagi para disabilitas.

Nursam mengatakan, jika Anggia terpilih menjadi anggota legislatif, maka saat membuat regulasi dia tahu persis sebagai orang yang mengalami sendiri.

“Belum lagi ditambah berbagai pengalaman Anggia di berbagai organisasi disabilitas, saya pikir Pemilu Legislatif ini menjadi momentum yang baik, ketika orang membuat regulasi paham betul masalah yang dihadapi penyandang disabilitas di berbagai daerah di Indonesia,” akunya. (far)

 

Anda mungkin juga berminat

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.