Tangkal Radikalisme, BNPT Libatkan Perguruan Tinggi

BNPT dan Perguruan Tinggi meneken MoU untuk mengoptimalkan penegakan hukum tindak pidana terorisme, mencegah penyebaran radikal terorisme

SEMARANG – Kepala Badan Nasional Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), Komjen Pol Suhardi Alius mengisi kuliah umum dengan tema “Pengembangan Karakter Bela Negara Mahasiswa melalui Penangkalan Paham Radikalisme di Kampus” di Universitas Negeri Semarang (Unnes). Hal ini dianggap penting untuk membentengi mahasiswa agar terhindar dari penyebaran paham-paham radikal negatif.

Kuliah Umum “Pengembangan Karakter Bela Negara Mahasiswa melalui Penangkalan Paham Radikalisme di Kampus” dan penandatanganan MoU di Auditorium Unnes, Selasa (18/9/2018). Foto: metrojateng.com/ade lukmono

“Semua universitas, termasuk Unnes tempat calon guru ditempa. Untuk itu saya berikan pencerahan mahasiswa ini mengenai bagaimana mengidentifikasi, bagaimana menghindari hal-hal yang sifatnya negatif,” katanya, Selasa (18/9/2018).

Mantan Kapolda Jawa Barat itu meminta kepada para mahasiswa harus belajar untuk mencapai cita-cita untuk menjadi generasi penerus yang cemerlang dalam upaya mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Rektor Unnes, Fathur Rokhman menyampaikan Unnes selalu membentengi mahasiswanya dari paham-paham radikalisme dengan mengirim mahasiswanya untuk melakukan latihan Bela Negara di Dodik Bela Negara Kodam IV Diponegoro Magelang.

Diharapkan, dengan Bela Negara yang ditanamkan kepada seluruh mahasiswa, sebagai bentuk revolusi mental, sekaligus membangun daya tangkal terhadap paham radikalisme dalam menghadapi kompleksitas berbagai ancaman.

Selain itu, guna memperkuat penanggulangan terorisme di Indonesia, Universitas Diponegoro Semarang, Unnes, Polines, Polimarin, Untag dan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) sebagai badan koordinator dalam penanggulangan terorisme terus melakukan sinergisitas dengan melakukan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) di Auditorium Unnes.

MoU antara BNPT dan Perguruan tinggi tersebut bertujuan untuk mengoptimalkan penegakan hukum tindak pidana terorisme, mencegah penyebaran radikal terorisme, pemberian bantuan hukum, pertimbangan hukum, dan tindakan hukum lainnya yang berfokus pada lingkungan perguruan tinggi.

“Jadikan MoU ini sebagai pedoman dan landasan kerjasama yang baik dan nyata. Pimpinan Perguruan Tinggi agar dapat meningkatkan pencegahan dan pengawasan aktivitas-aktivitas yang mengancam persatuan dan kedamaian negara,” ujar Suhardi. (ade)

Ucapan Lebaran 1440
Anda mungkin juga berminat

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.