Tanggulangi Difteri, Menkes Imbau Orangtua Patuhi Program ORI

SEMARANG – Kementerian Kesehatan angkat bicara untuk menyikapi maraknya wabah virus difteri yang kembali muncul di tahun ini. Menteri Kesehatan Nila Farid Moeloek, mengakui bahwa virus difteri tidak akan bisa berhenti begitu saja.

Menkes Nila Farid Moeloek saat di PRPP Semarang, Selasa (24/7). Foto: fariz fardianto

Nila menyebut difteri akan muncul secara terus-menerus apabila seseorang tidak memiliku kekebalan tubuh yang cukup baik.

“Kalau ada satu muncul saja maka harus dilakukan outbreak response immunization (ORI). Jadi memang harus dilakukan imunisasi menyeluruh sejak bayi,” tuturnya, di PRPP Semarang, Selasa (24/7).

Ia pun menyayangkan tindakan segelintir sekolah yang menolak melalukan imunisasi pada para siswanya. Padahal program imunisasi bisa dimanfaatkan untuk meningkatkan daya tahan tubuh untuk mendukung tumbuh kembang anak.

“Kalau tidak diimunisasi ini maka resiko akan dialami oleh kita sendiri. Kalau kena lainnya kan sangat disayangkan. Karenanya, saya minta semua orangtua wajib ikut imunisasi dasar. Ini tentunya untuk menyikapi merebaknya difteri sampai menjangkit satu keluarga yang ada di Semarang,” tukasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, kasus difteri di Genuksari Semarang telah merenggut nyawa seorang anak. BN, inisial anak tersebut meninggal karena mengalami difteri yang cukup parah. Empat saudaranya juga dirawat di RSUP Dr Kariadi karena tertular difteri stadium sedang.

Pihak RSUP Kariadi mencatat ada 24 kasus difteri selama Desember 2017-Juli 2018 di Jawa Tengah. Lima anak meninggal dunia dalam rentang waktu tersebut. (far)

Anda mungkin juga berminat

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.