Tanggul Sungai SWD II Longsor Mengancam Permukiman di Jepara

Jika volume air terus meningkat akan meluap ke area persawahan dan permukiman warga.

JEPARA – Tanggul Sungai SWD II yang menjadi penghubung Desa Ketilengsingolelo dengan Desa Welahan, Kabupaten Jepara longsor. Kondisi tersebut membuat warga sekitar ketar-ketir terdampak luapan air sungai.

Kapolsek Welahan AKP Budi Wiyono meninjau tanggul Sungai SWD II yang longsor diterjang banjir. Foto: metrojateng.com

Hujan yang mengguyur sejumlah wilayah di Kabupaten Jepara membuat volume air sungai meningkat. Akibatnya, tanggul Sungai SWD II longsor.

Dari informasi, tanggul tersebut sebenarnya sudah mulai longsor kecil sejak April dan kemudian ada perbaikan Oktober lalu. Namun, kembali jebol dan menggerus tanggul hingga longsor sepanjang lebih dari 10 meter.

Slamet (45) warga Desa Ketilengsingolelo menuturkan bahwa tanggul itu sudah pernah diperbaiki dengan membuat talud. Namun, volume air yang meningkat tak terbendung dan membuat tanggul longsor.

“Oktober sudah diperbaiki, tapi ini longsor lagi, dan parah. Ya karena air sungai deras,” katanya, Selasa (25/12/2018)

Dia mengaku khawatir dengan longsornya tanggul tersebut. Sebab, jika volume air terus meningkat akan meluap ke area persawahan dan permukiman warga.

“Kalau musim hujan, apalagi kondisi sungai seperti ini warga sudah pasti was-was. Daerah sini rawan banjir karena dikelilingi sungai,” imbuhnya.

Kapolsek Welahan, AKP Budi Wiyono menuturkan bahwa pihaknya sudah melakukan pengecekan ke lokasi. “Air yang deras membuat dinding tanggul jebol dan longsor. Tanggul di sini juga berfungsi akses penghubung Ketilengsingolelo dengan Welahan,” ujar dia.

Pihaknya juga sudah melakukan koordinasi dengan instansi terkait mengenai longsornya tanggul tersebut. “Harapan kami segera ada penanganan karena dapat mengancam area persawahan dan permukiman di Desa Ketilengsingolelo dan Desa Paren,” tandasnya.(MJ-23)

Anda mungkin juga berminat

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.