Tanah Ambles, Warga Kosongkan Rumah

Kondisi tanah ambles menyebabkan satu rumah warga harus dikosongkan.
?
 

KENDAL – Bencana tanah ambles menimpa  Dusun Jingkol RT 1 dan RT 4 di RW 6, Desa Kedungboto, Kecamatan Limbangan Kendal. Kondisi tanah ambles menyebabkan satu rumah warga ha2ww3rus dikosongkan. Sementara tiga rumah lain tergolong aman, tetapi akses warga terputus, karena tanah ambles sedalam dua meter.

Jalan beton yang dibangun ikut ambles, rumah yang harus dikosongkan karena bangunan tertarik tanah yaitu milik Ngadi. Sementara tiga lainnya yaitu Rukami, Maryono, dan Waldi harus memutar karena jalan ambles. Sedangkan Tohari lahan perkebunannya turut ambles.

”Kondisi terparah rumah milik Ngadi, karena bangunan miring, sedang tiga rumah tergolong aman, tetapi jalan di depannya ambles,” kata Rukami.

Ngadi mengatakan, peristiwa tanah ambles terjadi Rabu (1/3) sekitar pukul 17.00. Ketika itu hujan deras. Tiba-tiba Ngadi yang berada di rumah mendengar suara gemuruh. Pemilik rumah langsung keluar rumah dan menyelamatkan diri. ”Saya lihat tanah ambles dengan kedalaman sekitar dua meter,” terangnya.

Amblesnya tanah tersebut menyebabkan akses bagi kendaraan terputus. Warga harus memutar melalui dusun tetangga yang jaraknya cukup jauh. Kondisi jalan ambles sekitar 10 meter, tetapi tidak bisa dilalui kendaraan. ”Pengendara motor harus memutar. Jalan ambles ada di posisi tanjakan. Saya sampai hari ini was-was khawatir terjadi ambles susulan. Selama puluhan tahun, baru kali ini terjadi,” kata Ngadi yang sementara tinggal di rumah kerabatnya karena rumah yang ia tempati harus dikosongkan.

Menurut Ngadi, tanda-tanda bencana tanah ambles sudah ia rasakan sejak Minggu (26/2). Pada waktu itu, dinding rumahnya sudah mengalami retak-retak dan tiang penyangga rumah mengalami kemiringan. Sementara jalan di depan rumahnya mulai ambles meski hanya beberapa sentimeter.

Namun, kondisi hujan deras yang terjadi selama dua hari terakhir sejak Senin (27/2), lama-lama menyebabkan tanah ambles dan kondisi rumah semakin miring. Puncaknya pada Rabu (1/3) terjadi hujan deras dan tanah ambles. ”Saya ketika itu di rumah dan langsung menyelamatkan diri,” tuturnya.

Carik Desa Kedungboto, Basri, mengatakan, pihaknya sudah menerima laporan warga dan melakukan pengecekan di lapangan. Kondisi paling parah akibat tanah ambles terjadi pada rumah Ngadi, karena bangunan sampai miring. Sementara tiga rumah lainnya, yani Rukami, Maryono, dan Waldi hanya terdampak, tidak sampai merusakkan bangunan.

”Kami sudah melakukan pengecekan ke lokasi dan melaporkan kondisi itu ke pemerintah daerah. Petugas dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kendal juga telah datang ke lokasi. Petugas juga memberikan bantuan sembako kepada korban,” pungkas dia. (MJ-01)

Anda mungkin juga berminat

Tuliskan Balasan

Alamat email Anda tetap rahasia dan tidak kami simpan.

+ 3 = 5

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.