Taman Kyai Langgeng Sabet Penghargaan Abiwara Pariwisata

Prestasi ini meningkat dari penyelenggaraan event serupa tahun sebelumnya yang hanya menempati juara harapan II.

MAGELANG – Perusahaan Daerah Objek Wisata Taman Kyai Langgeng (PDOW TKL) kembali meraih prestasi membanggakan dalam ajang penghargaan Abiwara Pariwisata Jawa Tengah tahun 2019. Objek wisata yang dikelola BUMD ini menjadi juara III kategori daya tarik wisata yang dikelola pemerintah.

Taman Kyai Langgeng menyabet penghargaan Abiwara Pariwisata Jawa Tengah tahun 2019. Foto: dokumentasi

Direktur Utama PDOW TKL Kota Magelang, Edi Susanto memaparkan, tahun ini TKL mampu mempertahankan prestasi yang pernah diraih tahun 2018 lalu di kategori yang sama. Prestasi ini meningkat dari penyelenggaraan event serupa tahun sebelumnya yang hanya menempati juara harapan II.

Sementara Juara I diperoleh Museum BPK RI Magelang dan Juara II diraih Gua Lawa Purbalingga. Kendati demikian Edi mengaku bangga dengan penghargaan yang diterima beberapa waku lalu itu.

“Kita tetap bangga dan ini menjadi motivasi untuk terus berinovasi ke depannya agar prestasi meningkat lagi,” ujarnya, Kamis (17/10/2019).

Kepala Bagian Operasional dan Teknik PDOW TKL, Slamet Maryono menambahkan, penghargaan yang diraih ini wujud konsistensi kinerja dalam memajukan taman wisata andalan Kota Magelang. Ia pun mengucap syukur dan terima kasih kepada seluruh elemen yang turut andil dalam kemajuan ini.

“Kita selalu menghadirkan inovasi baik dari pelayanan maupun fasilitas/wahana bagi pengunjung. Tahun ini kita punya wahana baru berupa Jurang Koco, Ufo Car, dan Kiddy Town yang menarik perhatian dewan juri,” katanya.

Wahana-wahana ini, katanya, hadir untuk terus meningkatkan kunjungan dan menambah kenyamanan pengunjung, sehingga tidak bosan. Terbukti, adanya wahana baru ini mampu meningkatkan daya tarik wisatawan untuk datang ke TKL

“Tak kalah pentingnya lagi, kita juga sekarang memiliki area kumpul untuk evaluasi saat terjadi bencana alam. Titik kumpul ada di area patung burung kepodang. Lalu kita juga sudah ramah difabel, karena ada jalur khususnya,” jelasnya.

Atas penghargaan ini, pihaknya mendapatkan trofi, sertifikat, dan uang pembinaan Rp 6 juta. Slamet optimistis ajang serupa tahun berikutnya mampu naik satu peringkat atau bahkan meraih juara pertama.

“Kita punya peluang itu, karena yang juara pertama tahun ini tidak akan di lomba di tahun berikutnya. Untuk meraih itu, tentu kita akan selalu menghadirkan inovasi-inovasi baru pelayanan bagi pengunjung,” pungkasnya. (MJ-24)

Anda mungkin juga berminat

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.