Talut Longsor Timpa Rumah Warga, Polisi Diminta Tindak Tegas Sugiri Amarta

Pengembang Properti Sugiri Amarta dinilai tidak memenuhi tanggung jawab perbaikan kegagalan konstruksi talut.

SEMARANG – Seorang warga Jalan Bukit Naga Taman Bukit Lestari, Bukit Sari Semarang, meminta kepada aparat kepolisian untuk menindak tegas pengembang Sugiri Amarta. Pasalnya, warga bernama Hermawati Setyorinny itu telah mengalami kerugian ratusan juta akibat longsoran talut telah menimpa rumahnya.

“Hal ini saya lakukan selain melihat sikap Sugiri Amarta alias Willy yang selalu meremehkan dan tidak menghargainya terhadap semua orang, juga untuk menghindari kerusakan yang semakin parah yang bisa lebih merugikan saya maupun orang lain,” tuturnya, Kamis (2/5/2019).

Ia menganggap aparat kepolisian harus bisa bertindak tegas terhadap pengembang yang tidak ada niat baik untuk mematuhi aturan. Karena pengembang tersebut sengaja mengelabui transaksi jual beli rumahnya.

“Kegagalan konstruksi tersebut mengakibatkan longsornya talut dan sebagian bangunan rumah saya juga barang-barang saya. Jika ditotal di luar talut bangunan kerugian sebesar Rp 200 juta berupa furniture, pecah belah, keramik, alat rumah tangga, pakaian, barang antik,” katanya.

Menurutnya Sugiri Amarta yang sekaligus penjual rumahnya senilai Rp 1,5 miliar tidak memenuhi tanggung jawab perbaikan kegagalan konstruksi talut. Ada dugaan kesalahan perencanaan dan pelaksanaan pondasi talud yang dibangun.

Rinny mengaku sempat dimediasi oleh pengurus RT RW setempat didampingi petugas Babinsa, Babinkamtibnas dan sudah dilaporkan YLBHI-LBH Semarang. Tapi sejauh ini pengembang tak ada itikad baik memenuhi janji mengganti kerugian talut.

“Waktu itu perjanjian terakhir sudah dilakukan di ruang sekretaris Dinas Penataan Ruang Kota Semarang Semarang, saat itu Sugiri Amarta berjanji untuk bertanggung jawab mengganti kerugian talut, tetapi kenyataannya sampai sekarang tidak juga dipenuhi,” tambahnya.

Dalam transaksi jual beli, lanjut Rinny, baru diketahui pengembang juga dengan sadar melanggar Perda, tidak mengurus IMB yang salah menurut aturan, dan tidak membayarkan pajak bangunan yang dibangun.

“Untuk hal ini saya berharap agar pihak Pemkot bisa meminta Sugiri Amarta mengurus IMB dan pajak bangunan secara tuntas sesuai hukum yang berlaku serta pihak berwenang dapat menindak tegas agar tidak merugikan orang lain,” tandasnya. (far)

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.