Tak Terima Ditegur, Driver Online Tantang Dishub

Dinas Perhubungan di Stasiun Tawang Semarang digeruduk ratusan sopir taksi online. (foto: metrojateng.com/ Fariz Fardianto)

 

SEMARANG – Ratusan sopir taksi online menggeruduk operasi simpatik yang digelar Dinas Perhubungan (Dishub) di Stasiun Tawang Semarang, pada Senin (12/2). Pasalnya, mereka menganggap pihak dinas melanggar ketentuan Peraturan Menteri Perhubungan (PM) Nomor 108 tahun 2017, tentang Penyelenggaraan Angkutan Orang dengan Kendaraan Bermotor Umum Tidak dalam Trayek.

Para sopir online beranggapan bahwa Dishub belum memenuhi aturan PM 108 yaitu di Uji KIR dilakukan secara Emboost dan bukan ketrik.

Ketua Asosiasi Driver Online (ADO) Kota Semarang, M Rizal Wijaya menyebut kedatangannya bersama rekan-rekannya bukan tidak mau mentaati aturan pemrintah. Tetapi apa yang diberlakukan Dishub belum sesuai aturan.

“Razia sengaja kita datangi bersama, sampai kapanpun. Sosialisasi seperti ini akan kami datangi, dan memberi pengertian petugas Dishub, bahwa belum sesuai, uji KIR masih diketrik belum di emboost,” akunya, saat mendatangi lokasi operasi simpatik, Senin (12/2).

Ia juga menyoroti besaran kuota bagi driver online. Menurutnya besaran kuota tidak mencukupi bagi anggotanya di Kota Semarang.

“Kuota belum jelas. Kemarin 3.000 sekarang sisa kuota 600, sedangkan teman-teman kita¬† ada 8.000 lebih. Lalu bagaimana nasib teman-teman yang tidak masuk kuota,” keluhnya.

Kepala Seksi Keselamatan Dishub Jateng, Andi Susmono tak mau disalahkan begitu saja.

Andi bahkan menyatakan ada 12 driver online yang ditegur. Teguran dilayangkan karena ia balik menuding sesuai aturan Angkutan Orang dengan Kendaraan Bermotor Umum Tidak dalam Trayek, driver online harus memenuhi Peraturan Menteri (PM) 108.

“Ini operasi simpatik untuk memberikan teguran saja,” cetusnya. (far)

Anda mungkin juga berminat

Tuliskan Balasan

Alamat email Anda tetap rahasia dan tidak kami simpan.

80 − 76 =

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.