Tak Terima Dipecat, Mantan Karyawan Bobol Minimarket

Selain uang di brankas dan laci dengan jumlah mencapai Rp 20 juta, dalam aksinya para tersangka juga mengambil sejumlah barang yang mudah dijual.

SLAWI – Tim Resmob Satreskrim Polres Tegal meringkus komplotan pencuri yang membobol sejumlah minimarket di Kabupaten Tegal. Dua di antaranya diketahui merupakan mantan karyawan minimarket tersebut.

Wakapolres Tegal, Kompol Arianto Salkery menunjukkan barang bukti tindak kejahatan pencurian Alfamart. Foto: metrojateng.com/ adithya

Komplotan yang diringkus yakni ‎Rizki Ade Ramdani (22) dan Ilham Robby Akhmadi (21) warga Desa Tembok Luwung, Aqil Alam Baki (18) warga Desa Jatirawa, Kecamatan Tarub, Royan Rozaldi (23) warga Desa Ujungrusi Kecamatan Adiwerna dan Elang Muhamad Wildan (20) warga Desa Kalisapu Kecamatan Slawi.

Wakapolres Tegal, Kompol Arianto Salkery mengatakan, komplotan tersebut berhasil diringkus setelah dilakukan penyelidikan terhadap pencurian di Alfamart di wilayah Desa Jembayat, Kecamatan Margasari pada 7 Maret 2019 lalu.

“Mereka juga beraksi di Alfamart daerah Kecamatan Talang dan Kabupaten Pemalang pada bulan Februari 2019. Sehingga ada dua tersangka yang diproses hukum di Pemalang,” kata Wakapolres saat gelar perkara, Rabu (13/3/2019) siang.

Adapun modus para tersangka yakni mendatangi Alfamart saat malam hari, dengan menggunakan sepeda motor. Kemudian, salah satu tersangka menodongkan senjata tajam jenis pisau untuk menakut-nakuti karyawan. Saat karyawan berhasil dilumpuhkan dengan cara diikat dan dilakban, barulah para mereka beraksi.

“Mereka mengambil uang di brankas dan laci. Sementara untuk di Alfamart‎ Talang modusnya berbeda. Tersangka menunggu toko tutup, kemudian menjebol atap plafon,” beber Wakapolres.

Sementara itu, Kasatreskrim Polres Tegal, AKP Bambang Purnomo menambahkan, selain uang di brankas dan laci dengan jumlah mencapai Rp 20 juta, dalam aksinya para tersangka juga mengambil sejumlah barang yang mudah dijual. Seperti rokok, celana dalam, kaus dalam dan makanan.

Dari kelima tersangka, dua di antaranya diketahui mantan karyawan Alfamart di daerah Tegal. Dua tersangka keluar, lantaran mendapat Surat Peringatan (SP) 3 atau pemecatan. Diduga, aksi para tersangka ini dilantarbelakangi dendam dan mengetahui celah untuk merampok.

“Mungkin karena dendam mereka di-SP, sekaligus tahu celah untuk beraksi. Namun, akan kami dalami lebih lanjut,” pungkasnya.

Akibat perbuatannya, para tersangka dijerat Pasal 363 KUHP dengan ancaman hukuman kurungan penjara maksimal tujuh tahun. (MJ-10)

 

Anda mungkin juga berminat

Tidak bisa berkomentar. Sudah ditutup.