Tak Didaftarkan Program BPJS, Puluhan Buruh PT Mapan Wijaya Wadul ke LBH Demak Raya

?

Demak – Empat tahun lebih bekerja tidak mendapatkan hak layak, puluhan buruh PT Mapan Wijaya mengadu ke LBH Demak Raya. Mereka meminta pendampingan hukum dalam menempuh jalur hukum.
Haryanto Advokat Publik LBH Demak Raya menuturkan bahwa Selasa kemarin mereka juga sudah mengadukan ke Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Demak, dan mereka memutuskan untuk minta pendampingan hukum.
Untuk kesejahteraan, lanjut Haryanto, sudah tertuang dalam UU No 24 tahun 2011 tentang BPJS ketenagakerjaan. Namun, perusahaan yang memproduksi triplek ini tidak memberikan hak normatif kepada buruhnya.
“Buruh atau pekerja memiliki hak dasar atas jaminan sosial dan kesehatan serta keselamatan kerja. Dan sifatnya juga wajib, akan tetapi dari perusahaan ini malah tidak mengindahkannya,” ujarnya, Rabu (12/7/2017).
Jika nanti perusahaan mengabaikan hal tersebut pihaknya siap mendampingi buruh untuk menyelesaikan persoalan ini.
“Kami lihat dulu pokok masalahnya. Apakah akan di selesaikan di Pidana dengan melaporkan ke Kepolisian atau ke Perdata dengan menggugat di Pengadilan Hubungan Industrial,” papar dia.
Murni, salah seorang buruh PT Mapan Wijaya mengaku perusahaan sering memberikan upah tidak tepat waktu. Selain itu, besarannya tidak standar upah minimum kabupaten (UMK) Demak.
“Perusahaan juga tidak mendaftarkan buruh ke BPJS Ketenaga kerjaan dan BPJS Kesehatan,” katanya.(MJ-23)

Anda mungkin juga berminat

Tuliskan Balasan

Alamat email Anda tetap rahasia dan tidak kami simpan.

6 + = 11

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.