Tak Ada Warga yang Tahu Gundukan Tanah itu Berisi Candi

image
Eskavasi candi yang diduga peninggalan jaman Hindu kuno di Kampung Duduhan, Mijen, Semarang.

SEMARANG – Kampung Duduhan, RT 4 RW 5, Kelurahan Mijen, Kecamatan Mijen Kota Semarang, mendadak ramai, setelah ditemukannya situs Candi Hindu dari jaman peradaban Jawa kuno yang terletak ditengah kebun milik seorang warga.

Situs candi tersebut ditemukan Pusat Penelitian Arkeologi Nasional (PPAN). Dalam eskavasi atau penggalian yang dilakukan sejak Jumat (25/9) lalu, para arkeolog menemukan situs candi dengan ukuran 9,3 x 9,3 meter yang terkubur tanah dan sudah ditumbuhi pepohonan.

Struktur bangunan candi tersebut bahkan terbilang unik, lantaran tidak terbuat dari batu kali melainkan terbuat dari susunan batu bata yang berukuran cukup besar.

Koordinator PPAN, Agustijanto mengungkapkan penemuan situs tersebut diawali dengan laporan dari masyarakat tentang keberadaan sebuah bangunan yang tertimbun tanah, menyerupai sebuah candi. Mendapati laporan tersebut, proses eskavasi pun dilakukan.

“Diduga jaman berdirinya candi ini, adalah saat dimana masuknya Hindu ke Jateng melalui pantai utara, ” kata Agus di sela-sela penggalian, Senin (28/9).

Rencananya, proses penggalian akan dilangsungkan hingga Selasa (29/9) besok. Arkeolog juga berencana meneliti lebih lanjut situs candi tersebut. “Proses eskavasi akan kami lakukan sampai besok. Setelah itu akan kamu tutup menggunakan terpal, untuk mempermudah penelitian lebih lanjut, ” imbuhnya.

Sementara itu, sejumlah warga yang penasaran dengan keberadaan candi tersebut, terlihat mendatangi lokasi penggalian. Menurut warga, gundukan tanah tersebut sudah ada sejak lama, namun tidak ada yang mengetahui kalau lokasi tersebut adalah Candi Hindu kuno.

“Gundukan tanah tersebut sudah lama ada, saya pikir bekas bangunan apa, ternyata candi, ” kata warga sekitar Angga Ari Putra. (Yas)

Anda mungkin juga berminat

Tuliskan Balasan

Alamat email Anda tetap rahasia dan tidak kami simpan.

98 − 97 =

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.